Dia menambahkan, bukan rahasia lagi bahwa wisatawan mancangera (Wisman) dari Singapura naik signifikan di Tri Wulan terakhir ke Indonesia. â€Singapura itu surganya pelaku MICE, kami sangat mendukung dengan apa yang dilakukan Kemenpar,†ujar pria asal Bali itu.
Lebih lanjut Swajaya mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan industri di Indonesia, untuk memperkuat MICE dan mengkombinasikan dengan wisata-wisata destinasi unggulan yang ada di tanah air.
â€Di Singapura ini puluhan ribu company yang berkantor di negara ini, sebagai contohnya saja dengan data, perusahaan yang terdaftar asal Belanda saja jumlahnya lebih dari 1000, perusahaan yang terdaftar asal Jerman lebih dari 1500 perusahaan di Singapura. Apalagi negara-negara lain, ini amat sangat berpotensi,â€ujarnya.
Kata Swajaya, perusahaan-perusahaan itu pastinya punya reguler meeting, ada global meetings, ada incentives, ada conferences, dan ada exhibitions dan semuanya akan dikelola oleh perusahaannya mereka sendiri untuk datang ke Indonesia tentunya dengan jumlah besar karena memang mayoritas perusahaan besar.
Hal senada diungkapkan oleh Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar, Rizki Handayani. Lulusan ITB Bandung itu menilai bahwa potensi wisatawan MICE asal Singapura sangat besar untuk menambah kedatangan Wisman ke Indonesia.
â€Karena wisatawan MICE mereka umumnya datang dibiayai oleh perusahaan, tentu saja mereka membawa uang berlebih ke tanah air kita. Jelas saja, sisanya mereka akan membelanjakan uangnya ke masyarakat kita, bahkan tidak sedikit juga yang datang membawa keluarga, mereka akan ambil paket wisata sambil meetings,†ujar Rizki.
