Selasa, 24 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kesal LPG Langka, Ratusan IRT Kepung SPBE, Warga Blokade Dan Tahan Truk SPBE

Oleh Aslan , dalam Gorontalo Headline , pada Senin, 23 April 2018 | 11:23 Tag: , ,
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Kelangkaan Elpiji yang dirasakan warga Kabupaten Gorontalo secara umum akhir-akhir ini, ternyata membuat sejumlah warga langsung mendatang Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di Desa Ilotidea, Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo, pada Sabtu (21/4) pukul 09.00 Wita pagi. Warga sekitar SPBE tersebut marah karena selama beberapa hari kesulitan memperoleh tabung gas ukuran 3 kilogram.

Dari pantauan Gorontalo Post, warga yang sebagian besar ibu rumah tangga itu mengaku sejak pagi tidak bisa memperoleh tabung gas tersebut, akhirnya mendatangi SPBE bersama ratusan warga lain yang mengalami kondisi serupa. Dengan membawa beberapa balok kayu,mereka menghentikan truk pengangkut elpiji yang hendak menyalurkan gas ke wilayah lain. “Tidak boleh ada truk yang keluar, sebelum tabung gas di desa kami diisi,” teriak para warga.

Mereka juga memblokade jalan keluar agar tak ada satu pun truk Elpiji yang melintas. Tak berhenti disitu, mereka kemudian bergerak memaksa masuk ke dalam pangkalan sambil berteriak agar gas Elpiji segera disalurkan ke wilayahnya. Sejumlah karyawan SPBE pun hanya bisa terpaku diam menyaksikan aksi para warga tersebut.

Menurut warga, selama beberapa hari terakhir terakhir tidak memperoleh pasokan gas Elpiji tiga kilogram. Mereka makin kesal karena setiap hari melihat truk Elpiji keluar masuk untuk menyalurkan gas, tetapi stok gas Elpiji di wilayah itu tetap kosong. Padahal, lokasi SPBE itu berada di desa mereka.

“Mereka hanya mendistribusikan ke wilayah kota Gorontalo. Di sini hanya satu minggu sekali diisi, itu pun hanya 40 tabung, jelas tidak cukup untuk warga,” kata Ratna, warga Desa Ilotidea.

Keributan baru berhenti, pukul 11.45 Wita, setelah pihak polisi dan TNI setempat berusaha menenangkan para warga. Setelah dikoordinasi, pihak pangkalan akhirnya bersedia memenuhi keinginan warga untuk terlebih dahulu menyalurkan gas elpiji ke desa mereka. Saat dikonfirmasi, tidak ada satupun pihak SPBE yang bersedia memberikan tanggapan. (TR-58/hg)

(Visited 23 times, 1 visits today)

Komentar