Gorontalo, Hargo.co.id – Jembatan Molintogupo yang merupakan akses penghubung antara Kecamatan Suwawa Selatan dan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango (Bonbol) makin parah. Lantai jembatan yang berbahan kayu sudah mulai lapuk dan berlubang membuat sejumlah kendaraan yang melintas terperosok. Kondisi jembatan setinggi lebih dari 7 meter ini kian membuat warga cemas.
Sebelumnya, jembatan tersebut beberapa kali diperbaiki oleh pemerintah setempat. Namun perbaikan tersebut hanya bersifat sementara karena berbenturan dengan masalah kewenangan daerah.
Sejatinya, jembatan yang berdekatan dengan kompleks pasar Minggu ini merupakan wewenang dari Pemerintah Provinsi Gorontalo. Namun hingga saat ini jembatan tersebut belum mendapat perhatian lebih.
Dari pantauan Gorontalo Post sendiri, jembatan yang berangka besi dan berlandaskan kayu itu kerap menghatui warga yang hendak melintasinya belakangan ini.
Hal ini dipicu karena beberapa kayu jembatan tersebut mulai lapuk dan berjatuhan hingga membuat permukaan jembatan itu tidak rata bahkan diantaranya berlubang. Bahkan belakangan ini pula sejumlah kendaraan, baik roda tiga maupun roda empat sempat terperosok dalam lubang jembatan.
Ronal Djamalu (38) warga Molintogupo mengakui was-was melintasi jembatan itu karena kondisinya sudah parah.
Ditakutkan akan ada korban jiwa jika tidak segera ditangani. Olehnya, mewakili warga setempat dia berharap ada penanganan serius dari pemerintah yang berwenang. “Kita sudah suarakan masalah jembatan ini ke pemda tapi mengakunya mereka tidak bisa berbuat lebih karena jembatan itu kewenangan dari provinsi. Karena disini nyawa orang bisa jadi taruhannya,” jelas Ronal.
Bupati Hamim Pou ketika disinggung masalah jembatan Molintogupo berjanji tahun ini juga akan menganggarkan kembali pembelian papan kayu sebagai landasan jembatan tersebut. Meski demikian hal itu sifatnya masih penanganan sementara sehingga Bupati Hamim Pou berharap agar jembatan tersebut ada perhatian dari Pemprov Gorontalo.
“Sudah berulang kali kami sampaikan baik lisan mapun tertulis kepada pemerintah privinsi mengenai kondisi jembatan tersebut.
Karna menyangkut keselamatan orang banyak dan menjaga urat nadi perekonomian masyarakat. Tapi kami dari Pemkab Bone Bolango tetap berkomitmen melakukan pemeliharaan atas kondisi jembatan tersebut. Karena sudah tiga kali kita menganggarkan pemeliharaannya,” kata Hamim.(tr-54)

