Jumat, 7 Oktober 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kisah Musala Baitul Muttaqin Saat Dikelilingi Kobaran Api

Oleh Aslan , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Minggu, 28 Januari 2018 | 20:19 Tag: ,
  

Hargo.co.id – Musala Baitul Muttaqin terlihat masih tetap berdiri kokoh saat kebakaran hebat yang menimpa ratusan rumah di Jalan Keutamaan Dalam RT 12/03 Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat, Sabtu (27/1).

Oleh: Evi Ariska

Bangunan yang dibangun sejak tahun 2011 lalu, masih berdiri kokoh diantara 286 bangunan yang telah hangus dilalap si jago merah. Akhirnya mushola itu menjadi tempat penampungan sementara warga yang terkena musibah kebakaran.

Musala Baitul Muttaqin jadi tempat penampungan warga yang terkena musibah kebakaran

Musala Baitul Muttaqin jadi tempat penampungan warga yang terkena musibah kebakaran (Evi Ariska/ JawaPos.com)

Di pinggir badan musala terlihat beberapa warga yang tengah meratapi nasib. Anak-anak kecil bermain tanpa menyadari musibah yang telah menimpa mereka. Namun ditengah duka mereka saat insiden kebakaran itu tak membuat warga melupakan ibadah shalat.

Suhaymi, 57, salah satu Imam dan guru mengaji di Musholla Baitul Muttaqin merasa bingung dan takjub karena tempat beribadah umat muslim itu tidak terbakar. Padahal, kata dia, saat itu api telah memutari gedung Musholla.

“Saya aneh juga, padahal di sekeliling itu sudah diputarin api. Itu rumah disampingnya semua habis terbakar, jadi bentuk api nya itu kaya kompor gas, Musholla nya enggak terbakar ditengah-tengah” kata Suhaymi, Minggu (28/7).

Pada saat kobaran api terjadi, pria paruh baya ini mengaku sedang beristirahat di rumahnya yang hangus terbakar atau tepatnya di samping musala. Wakut itu, kata dia, tak ada aktivitas di dalam mushola.

Musala ini, kata dia, baru saja selesai direnovasi tiga bulan lalu. Bahkan, beberapa dinding Musholla masih belum tertutup oleh keramik. Namun, dia merasa sangat bersyukur karena tak ada sedikit pun kobaran api yang berhasil masuk ke dalam musholla. Meskipun beberapa jendela kaca terlihat pecah.

“Ini baru aja direnovasi, tiga bulanan lalu. Itu aja separuh tembok masih belum dikasih keramik beberapa. Tapi saya Alhamdulillah sekali, bersyukur sekali mushala engga kenapa-kenapa. Jadi sekarang masih bisa dipakai beberapa warga shalat sama buat tinggal sementara,” pungkas dia.

Senada dengan Suhaymi, salah satu marbot musala, Syarif Mahput, 66, merasa sangat bersyukur karena Musala Baitul Muttaqin masih berdiri kokoh. Saat dia menyadari kobaran api mulai melahap rumahnya, Syarif bersama sang istri langsung meninggalkan rumah menuju musala. Lanjut ditambahkannya, sesampainya di musala, dia pun melihat tempat tersebut telah dikepung api.

“Saya terus terang aja, pas rumah saya kebakaran saya sama istri ke Tanah Sereal lari, saya pasrah aja. Begitu saya liat Musholla dari Tanah Sereal sudah penuh api atasnya, saya pikir kebakar juga, tapi besoknya pas diliat syukur alhamdulillah Allah kasih musala enggak kena sama sekali,” kata Syarif.

(eve/JPC/hg)

(Visited 11 times, 1 visits today)

Komentar