Selasa, 5 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kisah Sertu Saharuddin, Prajurit Koramil Dulupi di Tanah Papua

Oleh Admin Hargo , dalam Headline HumKam , pada Minggu, 19 Juni 2022 | 22:05 Tag: , ,
  Sertu Saharuddin bersama masyarakat adat Papua, saat istirahat usai melakukan penebangan pohon di lahan persiapan pembangunan Pos Ramil, Kampung Kofar. (Foto : Istimewa)

Hargo.co.id, PAPUA – Sebagai seorang prajurit TNI-AD, Sertu Saharuddin harus menjalankan tugasnya dengan baik. Personel Koramil 1313/08 Dulupi ini sudah hampir satu tahun melaksanakan tugas yang tak ringan di tanah adat Papua.

Ia tergabung dalam Satgas Apter Kodim Persiapan Mappi di wilayah Kodam Cendrawasih Korem 174 Merauke bersama prajurit TNI lainnya. Sertu Saharuddin bersama tentara pilihan Kodam 13 Merdeka Manado lainnya, harus beradaptasi dengan keadaan di Papua.

Salah satu tugas pokok Satgas Apter Kodim Persiapan Mappi sendiri, diketahui adalah berkoordinasi dengan para tokoh adat setempat, guna merekrut putra-putri daerah Papua, agar dapat masuk menjadi TNI-AD.

 Memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat Kampung Kofar Distrik Minyamur Mappi. (Foto : Istimewa)

Memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat Kampung Kofar Distrik Minyamur Mappi. (Foto : Istimewa)

Di satu sisi lagi, terus menjalin komunikasi dan berkoordinasi dengan seluruh stakeholder di wilayah tersebut, guna mendapatkan lahan untuk pembangunan Kodim Persiapan Mappi. Namun, terkait lahan pembangunan Kodim ini, sudah ada.

“Olehnya, kami yang masih di sini hanya melaksanakan tugas memberikan pembinaan teritorial, serta melaksanakan komunikasi sosial bersama masyarakat kampung Kopar Distrik Minyamur, Mappi,” kata Sertu Saharuddin, yang didampingi rekannya yang juga dalam tugas sama, yakni Praka Masrul, Babinsa di Koramil Paguat, Kodim 1313 Pohuwato.

Tak sia-sia,  lanjut Babinsa di Dulupi ini, berkat Binter dan Komsos yang intens dilakukan, masyarakat akhirnya terdorong untuk menghibahkan lahan mereka untuk dijadikan tempat pembangunan Pos Ramil, yang kemudian lahn ini pun akan dijadikan Kantor Koramil ke depan.

“Alhamdulillah, berkat kerja prajurit yang tak henti-hentinya memberikan sosialisasi secara persuasif dan pula edukasi kepada seluruh masyarakat, ukuran lahan yang diserahkan kepada kami itu seluas 50 meter, dan memiliki panjang 100 meter lebar,” imbuhnya. 

Sedikit ia mengisahkan, selama di sana, lumayan banyak yang menjadi kendala prajurit. Namun, hal ini bukanlah penghambat atau kesulitan untuk menghentikan semangat mereka, sebagai seorang prajurit itu sendiri, demi tugas dan pengabdian kepada negara tercinta.   

Sertu Saharuddin, tampak akrab dengan masyarakat adat Kampung Kofar Distrik Minyamur Mappi. (Foto : Istimewa)
Sertu Saharuddin, tampak akrab dengan masyarakat adat Kampung Kofar Distrik Minyamur Mappi. (Foto : Istimewa)

“Jujur pak, jaringan telekomunikasi di sini belum ada. Jaringan internet tak ada, dan untuk transportasi juga masih menggunakan perahu fiber. Bagi kami, ini menjadi tantangan yang harus dinikmati,” tuturnya.

Serte Saharuddin berkata, ia bersama 44 orang yang diberangkatkan dari Manado, tinggal di Distrik Minyamur Mapai. Jarak tempuh dari Distrik Minyamur Mapai ke Pusat Kota Kabupaten, harus menghabiskan waktu sekitar 4 Jam.

“Kami 44 orang ini diambil dari 3 provinsi. Yakni Sulut, Gorontalo dan Sulteng. Yang dipimpin langsung oleh Bapak Mayor Chb Hanggit Prasetyo, dari Korem 133 Nani wartabone. Doakan kami semua yang bertugas disini, kembali ke tempat tugas semula dalam keadaan sehat walafiat,” harapnya. (***)

 

Penulis : Abdul Majid Rahman

(Visited 666 times, 1 visits today)

Komentar