Kisah Weli Samawi, Abang Becak yang Tak Lagi Layani Penumpang, Beralih Angkut Barang

×

Kisah Weli Samawi, Abang Becak yang Tak Lagi Layani Penumpang, Beralih Angkut Barang

Sebarkan artikel ini
Weli Samawi, kakek berusia 78 tahun yang sehari-harinya menarik becak di Desa Tilango, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. (FOTO : Fahrun/GP)

Dalam sehari dengan mengangkut barang-barang warga, Weli bisa memmperoleh pendapatan hingga Rp 50 ribu per hari. Dengan pendapatan itu, cukup untuk makan dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Dengan kondisi saat ini, Weli mengaku sudah tak kuat lagi. Tapi karena tuntutan ekonomi dan kebutuhan hidup, ia tetap bertahan. Walau terkadang sering sakit akibat kelelahan. Bagi Weli pantang bagi dirinya untuk menjadi pengemis.

Salah satu hal pula yang sering dilakukannya adalah membersihkan kawasan jembatan jodoh yang sering dijadikan masyarakat sebagai tempat pembuangan sampah.

Weli adalah sebagaian potret masyarakat Kota Gorontalo yang hidupnya penuh dengan perjuangan keras. Tapi dari kisah Weli setidaknya bisa memberikan pelajaran bagi masyarakat Gorontalo bahwa semangat hidup tak bisa pudar. (***)