Hargo.co.id GORONTALO – Pertemuan pengurus DPD I Golkar dan DPD PDIP Gorontalo, Senin (15/8) lalu, merupakan gambaran konstelasi politik di tingkat pusat.
DPP Golkar dan PDIP sekarang ini sedang intens membangun komunikasi politik untuk kepentingan Pilgub Gorontalo. Komunikasi di level elit DPP itu diharapkan akan segera melahirkan keputusan mengenai sikap bersama untuk Pilgub Gorontalo 2017. Hal itu diakui, Sekretaris DPD I Golkar Gorontalo, Paris Jusuf, saat diwawancarai Gorontalo Post.
“Apa yang kita lakukan, sebetulnya tinggal menjalankan perintah pusat. Komunikasi antar DPP sudah jalan sebelumnya. Kita di daerah mengikuti alur DPP. Agar kalau ada putusan DPP, kita kan sudah tahu kontruksinya,” ujar Paris Jusuf.
Paris mengatakan, paling lambat minggu ketiga Agustus, sudah ada putusan dari DPP. Putusan yang ia maksud adalah soal sikap bersama di Pilgub.
“Siapa pasangan calon yang akan diusung,” jelasnya.
 Menurutnya, salah satu faktor yang bakal mendorong terwujudnya koalisi Golkar-PDIP adalah kesamaan pendekatan dalam penentuan figur yang akan diusung.
Golkar dan PDIP sama-sama menginginkan, calon yang diusung adalah figur yang diinginkan oleh rakyat.
“Indikatornya kan survei. Nah survei Golkar maupun PDIP, hasilnya sama. Yaitu Rusli Habibie menempati posisi teratas dalam hasil survei. Partai manapun pasti ingin menang,” jelasnya.
Tapi bagaimana kalau PDIP menawarkan kadernya untuk berpasangan dengan Rusli Habibie? soal ini Paris menjelaskan, sebelumnya sudah ada keputusan DPP Golkar yang menetapkan Rusli Habibie dan Idris Rahim untuk kembali berpasangan di Pilgub 2017 mendatang.
Dalam penjajakan koalisi, hal ini tentu sudah dikomunikasikan oleh DPP Golkar ke PDIP.
“Apalagi untuk survei pasangan menunjukkan duet NKRI (Nyata Karya Rusli Idris) hasilnya sangat tinggi. Saya yakin ini akan jadi bagian pertimbangan DPP dalam mengambil keputusan. Dan ini akan jadi faktor keterterimaan pak Idris di PDIP,” jelasnya.
Tapi sekali lagi, Paris mengatakan, apapun yang akan diputuskan oleh DPP, pengurus partai di daerah akan menerima dan mengamankan keputusan tersebut. “Kami dalam posisi sami’na wa atho’na (kami dengar kami taati.red),” jelasnya.
Sementara itu Ketua DPD PDIP Provinsi Gorontalo Kris Wartabone menyatakan, akan mengamankan kebijakan DPP. “Kami menyimak sampai dengan akhir survei. Dari semua yang disurvei, Rusli Habibie paling tinggi elektabilitasnya,” kata Kris, Rabu (17/8) dikutip dari laman beritasatu.com.
