Direktur Salam Puan itu mengatakan, saat ini kesempatan terbuka lebar untuk perempuan berkiprah dalam segala bidang kehidupan.
Kini tinggal pada kemampuan dan kemauan kaum perempuan saja. “Kaum perempuan Gorontalo harus eksis dan bisa bersaing dengan yang lainnya, namun ia harus berkarakter sebagai orang Gorontalo yang dikenal agamais, ramah, santun, berjiwa sosial serta saling menghargai,†tutur Asriyati Nadjamuddin.
Karena itu menurut Asriyati Nadjamuddin, kaum perempuan Gorontalo harus bisa diberdayakan agar mampu mengatasi persoalan hidupnya sebagai guru pertama dari semua anak Indonesia.
“Jadilah Kartini-Kartini yang kuat, tangguh, mandiri serta menjaga harga diri dan keluarga,†kata dosen IAIN Sultan Amai Gorontalo itu.
Di sisi lain, selain Kartini ada pula beberapa tokoh pejuang perempuan lain yang harus dikenang dan diikuti perjuangannya.
Di antaranya Cut Nyak Dhien, Cut Meutia, Siti Manggopoh, Rasuna Said, Rohana Kudus, Rahmah El Yunusiyah, Martha Christina Tiahahu, Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyi Ageng Serang, Nyi Ahmad Dahlan dan lain sebagainya.
“Di Gorontalo misalnya ada Ibu Ina Datau, Ibu Aisya Wartabone, Ibu Saripa Hala,Ibu Ruaida Intan Monoarfa dan masih banyak lagi perempuan2 gorontalo yang turut serta bergerak dalam perjuangan rakyat,†tandasnya.(dan/and/san/hargo)
