“Naiknya harga BBM jenis pertamax dan pertalite seperti tidak terlalu berpengaruh terhadap pembelian kedua jenis BBM ini,
untuk sementara masih banyak dari para pengendara yang menggunakan bahan bakar tersebut untuk kendaraan mereka.
Mungkin karena mereka telah menyadari tentang kelebihan dari bahan bakar pertamax dan pertalite itu sendiri. Dengan naik Rp 300 tersebut sepertinya tidak terlalu berperngaruh terhadap konsumen,” ujarnya.
Disinggung masalah kenaikan harga pertamax dan pertalite yang terjadi setiap bulannya, Husrin memberikan pandangan bahwa kenaikan harga minyak mentah dunia serta bergejolaknya dollar di pasaran,
diprediksi akan mempengaruhi harga BBM setiap bulannya. “Kemungkinan BBM jenis pertamax dan pertalite akan naik lagi bulan depan mengikuti kenaikan dollar singapura terkait harga minyak mentah dunia,” urainya.
Sementara itu Aji, pengendara bentor mengungkapkan, kenaikan harga pertalite tidak terlalu berpengaruhi keinginannya untuk membeli pertalite.
“Dengan harga yang begini saya pribadi tidak terlalu memperhitungkan harga, sebab saya sering mencampur bahan bakar, antara bensin dan pertalite setiap minggunya.
Jadi tidak terlalu ambil pusing. Kecuali harganya sudah semakim mahal,” tuturnya.
Husni pengendara mobil mengungkapkan, meski telah naik, harga BBM ini masih tergolong murah. “Ya masih dalam taraf wajar,
bila saja harga pertamax naik hingga Rp 10.000 per liternya, mungkin saja kita akan beralih ke pertalite, ataupun apa saja yang dapat menggantikan BBM ini,” katanya.(tr-56/hargo)
