Rabu, 25 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Lagi, Kapolda Bantah Ada Kamp Teroris di Gorontalo

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Kamis, 20 April 2017 | 12:22 Tag: , , ,
  

GORONTALO – Hargo.co.id Pernyataan adanya kamp militer teroris di Gorontalo kembali mendapat bantahan tegas dari Kepolisian Daerah Gorontalo.

Kapolda Gorontalo Brigjend Pol Drs Rachmad Fudail menegaskan, sesuai dengan hasil informasi intelejen Polda Gorontalo, Nanang Kosim tersangka kasus teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah Zainal Anshori memang pernah ke Gorontalo, tapi tidak pernah melakukan aktivitas teroris.

Kepada Gorontalo Post, Brigjend Pol Drs Rachmad Fudail mengatakan, tidak ada aktivitas teroris di Gorontalo. Hal yang sama juga disampaikan oleh, Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP Ary Donny Setiawan saat ditemui Gorontalo Post, Rabu (19/4) kemarin.

AKBP Ary Donny mengatakan, Nanang Kosim memang pernah tinggal di Gorontalo tepatnnya di Desa Titidu, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, tapi tidak ada kegiatan atau aktivitas teroris yang selama ini beredar di media massa.

“Kan sudah saya sampaikan sebelumnya, tidak ada aktivitas teroris seperti yang terinformasi selama ini, kalaupun ada pasti kami informasikan,” tegasnya.Lebih lanjut AKBP Ary Donny mengatakan, Selama berada di Gorontalo, Nanang hanya beraktifitas sebagai guru ngaji di salah satu taman pengajian al-quraan.

“Kami juga sudah melakukan investigasi ulang terkait informasi tentang kamp teroris di Gorontalo itu, dan hasilnya memang tidak ada,” tandasnya.Sebelumnya, Warga Gorontalo kembali dihebohkan dengan isu adanya kamp militer teroris di Gorontalo.

Isu ini beredar setelah Kadivhumas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengungkapkan, dalam pemeriksaan yang dilakukan terhadap Zainal Anshori, pemimpin jaringan teroris JAD, bahwa selain Halmahera, daerah yang menjadi lokasi pembangunan kamp militer adalah di daerah Gorontalo.

Namun, rencana membangun kamp militer di Gorontalo itu baru sebatas rencana. Telah dilakukan upaya kroscek pada Polda untuk memastikan apakah sudah ada pembangunan kamp militer atau belum. ”Hasilnya belum ,jadi masih ingin saja,” ungkap Irjen Boy saat dilansir JawaPos Grup belum lama ini. (tr-45/hg)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar