Lampu Tradisonal Padamala, Solusi Festival Tumbilatohe

×

Lampu Tradisonal Padamala, Solusi Festival Tumbilatohe

Share this article
JENIS lampu tradisional berbahan bakar minyak kelapa atau dikenal dengan sebutan padamala.(Natha/Gorontalo Post)

Selain itu, meningkatnya program pemerintah untuk menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dalam festival tumbilotohe.
Meningkatnya jumlah peminat lampu padamala ini kemudian berpengaruh pada meningkatnya jumlah penjual lampu padamala yang ada di GOrontalo.

Di Pasar Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo misalnya, disalah satu sudut pasar, diantara deretan para penjual lampu botol berbahan bakar minyak tanah, terdapat satu orang ibu rumah tangga asal Kelurahan Padebuolo Kecamatan Kota Timur, KOta Gorontalo yang nampak menjual sumbu lampu padamala.

Iin Arsala namanya, wanita kelahiran Gorontalo 39 tahun lalu itu mengaku telah lama menjual sumbu lampu padamala, dan mengaku semakin hari penjualan sumbu lampu padamala sendiri meningkat cukup tajam. “Sekarang sudah banyak peminat pak, tidak seperti dulu, mungkin karena harga minyak tanah yang saat ini mahal sekali,” ujarnya.

Iin menambahkan, sumbu lampu padamala sendiri, dijualnya dengan harga Rp. 5000 rupiah yang berisi beberapa buah sumbu lampu padamala. “Rata-rata peminatnya malah warga menengah keatas, masih jarang warga biasa yang menggunakan lampu padamala, padahal dengan lampu padamala lebih hemat dibanding minyak tanah,” ujarnya.Â