Ibu tiga anak ini mengungkapkan, untuk sedikitnya 25 mata lampu hanya membutuhkan setengah kilogram minyak kelapa dengan asumsi digunakan satu malam penuh. Harga minyak kelapa sendiri saat ini mencapai Rp.15.000/ kilogramnya, sehingga jika dihitung untuk 25 mata lampu hanya akan menghabiskan uang sebesar Rp. 7.500 rupiah.
Hal ini sangat berbanding jauh jika menggunakan minyak tanah yang bisa menghabiskan 2 – 3 liter. “Perbandingannnya bisa 2 – 3 kali lipat antara menggunakan lampu padamala dengan lampu botol minyak tanah biasa pak,” ujarnya. Untuk caa penggunaannya sendiri menurut Iin terbilang cukup sederhana. Kita hanya perlu menyediakan wadah berupa botol yang biasa digunakan untuk lampu botol berbahan bakar minyak tanah, atau hanya menggunakan wadah gelas sebagai tempat untuk menaruh bahan bakar lampu padamala itu sendiri.
Setelah itu, 1/2 bagian botol atau gelas diisi dengan air biasa. Kemudian, ditambahkan minyak kelapa secukupnya sebagai bahan bakar utama, karena penambahan air seyogyanya hanya untuk mendekatkan minyak kelapa dengan sumbu lampu padamala itu sendiri. “Kalau menggunakan wadah yang transparan seperti gelas bisa ditambahkan pewarna makanan dalam air agar tampilannya lebih cantik,” ujarnya.
Iin sendiri mengaku, cara membuat sumbu padamala sendiri merupakan salah satu keahlian yang diwariskan oleh kedua orang tuanya sejak kecil dulu, dan hingga kini menjadi salah satu pekerjaan sampingan yang dilakukannya setiap memasuki perayaam fetival tumbilotohe.(***)
