Langkah Gusnar Menuju Pilgub Dipermulus

×

Langkah Gusnar Menuju Pilgub Dipermulus

Share this article
Pertemuan Ketua DPD Demokrat Gorontalo, Gusnar Ismail, dengan Direktur Eksekutif DPP Demokrat, Fajar Sampurna, di Jakarta, Rabu (20/7). (Istimewa)

Hargo.co.id GORONTALO – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat sepertinya sangat menssupport langkah Ketua DPD Demokrat, Gusnar Ismail, ke Pilgub 2017 mendatang. Salah satu potensi yang bisa menghambat usaha Gusnar Ismail mendapatkan rekomendasi partai, telah diatasi oleh DPP yaitu masa kepengurusan yang akan berakhir pada 23 Juli mendatang.

Paling lambat akhir Juli, DPP akan segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) perpanjangan masa kepengurusan DPD Demokrat Gorontalo dibawah kepemimipinan Gusnar Ismail. Menariknya dalam SK itu, DPP tidak mencantumkan tanggal berakhirnya perpanjangan masa kepengurusan partai.

“Perpanjangan ini tidak hanya diberikan kepada Gorontalo. Ada 21 daerah baik provinsi dan Kabupaten-Kota yang juga diperpanjang karena akan menghadapi Pilkada 2017,” ujar Direktur Eksekutif DPP Partai Demokrat Laksamana Madya (Purn) Fajar Sampurno, kepada Gorontalo Post via seluler, Rabu (20/7).

Perpanjangan masa kepengurusan ini akan berlaku sampai terbentuk pengurus baru hasil Musda. Fajar Sampurno mengemukakan, memaksakan musda pada saat ini agak sulit karena konsentrasi pengurus dan kader di daerah utamanya di Gorontalo masih terarah pada persiapan Pilkada.

“Kami di DPP juga sedang sibuk-sibuknya menangani musda yang sudah terselenggara serta kegiatan partai yang terkait persiapan untuk pemenangan partai di Pilkada. Makanya kami putuskan untuk diperpanjang,” jelas Fajar yang menangani langsung SK perpanjangan pengurus tersebut.

Walau dalam SK nanti tidak akan mencantumkan waktu berakhirnya perpanjangan kepengurusan, Fajar mengatakan, pelaksanaan Musda untuk membentuk kepengurusan baru diharapkan tidak akan lama. “Musdanya bisa sebelum pilkada atau nanti sesudah pilkada,” tambahnya.

Keputusan DPP Demokrat ini sangat strategis untuk mengamankan pencalonan Gusnar Ismail di Pilgub. Pasalnya kalau sampai posisi Ketua Partai terlepas dari Gusnar Ismail, itu menimbulkan kerawanan.

Pengurus baru yang terbentuk bisa saja merekomendasikan figur lain untuk diusung Demokrat di Pilgub. Tapi menurut Fajar, keputusan yang diambil oleh DPP ini semata-mata untuk menghindari kekosongan kepengurusan.

“Boleh-boleh saja ada perspektif seperti itu. Tapi langkah DPP ini murni untuk kepentingan partai. Dan ini harus dihargai. Disinilah kedaulatan partai,” tegasnya.

Keputusan DPP Demokrat memperpanjang masa kepengurusan Gusnar Ismail ini, sekaligus menepis isu soal bakal adanya carteker Ketua DPD Demokrat Gorontalo. Termasuk kekhawatiran soal bisa berubahnya arah dukungan Demokrat terhadap Gusnar Ismail di Pilgub nanti.(rmb/hargo)