Listrik Gorontalo Tak Sebanding, Surplus Tapi Mahal

×

Listrik Gorontalo Tak Sebanding, Surplus Tapi Mahal

Share this article
Presiden RI Joko Widodo ketika meninjau sekaligus peresmian PLTG Maleo Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga dan Dirut PLN Sofyan Basir.(Natha/Gorontalo Post)

Hargo.co.id GORONTALO – Ketersediaan listrik di Gorontalo kini mengalami surplus atau melimpah. Namun di balik kondisi tersebut, listrik di Gorontalo tak murah.

Bahkan sebaliknya, listrik di Gorontalo termasuk dalam kategori mahal. Hal itu dikarenakan biaya/ongkos produksi yang harus dikeluarkan cukup besar.

Setiap bulan PLN Gorontalo harus merogoh kurang lebih Rp 21,6 miliar untuk memproduksi listrik di Gorontalo.

Sebetulnya, biaya operasi listrik di Gorontalo ini bisa ditekan lebih rendah lagi, jika potensi pembangkit listrik non diesel di Gorontalo dimanfaatkan.

Pemerintah juga tak perlu merogoh kocek hanya untuk membeli solar dengan jumlah jutaan liter setiap bulan. Daerah ini, dinilai memiliki potensi besar untuk pembangkit listrik, misalnya pembangkit listrik tenaga air (PLTA), pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP), pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) maupun pembangklit listrik tenaga micro hydro (PLTM) dan pembangkit listrik tenaga biomass (PLTB).

Sayang, sejumlah potensi itu, belum dikelola maksimal.

Data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo pada tahun 2015 lalu, potensi PLTP Gorontalo seperti di Suwawa dan Pentadio memiliki kapasitas cukup besar, yakni 110 MW.

Pemerintah sendiri telah melakukan lelang pembangunan PLTP Suwawa, namun belum ada investor yang berani mengelolanya.

“Potensi panas bumi saat ini dalam persiapan lelang dengan lokasi di Kecamatan Suwawa,”ungkap Kepala Dinas Kehutanan Pertambangan dan ESDM Provinsi Gorontalo, Husen Hasni, saat itu.

Data yang diperoleh koran ini, total potensi listrik di Gorontalo mencapai 2014 MW. Selain PLTP 110 MW, terdapat beberapa potensi lain, seperti PLTA dan PLTM sebesar 61,05 MW, PLTB 500 KW, Sampah Organik 33,2 MW dan Energi Surya 5,16 kWh/M2/hari. (tro/axl/dan/hargo)