Lombok Diguncang 133 Kali Gempa, 14 Orang Tewas 

×

Lombok Diguncang 133 Kali Gempa, 14 Orang Tewas 

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Gempa

Hargo.co.id, GORONTALO – Gempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Ritcher (SR) menguncang wilayah Lombok, Bali dan Sumbawa, Ahad (29/7) pukul 05.47 WIB. Gempa yang diikuti 133 kali gempa susulan 5,7 SR itu mengakibatkan 14 orang meninggal. Selain itu sejumlah bangunan luluh lantak akibat diterjang gempa.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, dari 14 orang yang meninggal salah satu di antaranya merupakan warga Malaysia. Yakni Siti Nur Ismawida (30). Ia merupakan anggota dari kelompok pemud pecinta alam asal Malaysia yang melakukan pendakian gunung Rinjani.

Saat gempa, Siti Nur Ismawida diyakini berada di kaki gunung Rinjani. Siti Nur Ismawida meninggal akibat terkena reruntuhan bangunan saat berada di kamar kecil saat berlangsungnya gempa.

Hingga pukul 16.00 Wita, gempa susulan masih dirasakan warga. “Data sementara berdasarkan laporan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat, tercatat 14 orang meninggal dunia, 162 jiwa luka-luka dan ribuan unit rumah rusak,” ucap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dilansir laman Indopos.

Dampak terparah dari gempa terdapat di Kabupaten Lombok Timur. 10 orang meninggal dunia, 67 orang luka berat dan ratusan jiwa luka sedang dan luka ringan. “Kerusakan rumah mencapai lebih dari 1.000 unit rumah baik rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan. Pendataan masih dilakukan,” ucap Sutopo.

Dia menambahkan, di Kabupaten Lombok Utara terdapat 4 orang meninggal dunia, 38 jiwa luka berat dengan rincian 12 orang luka-luka dirawat di Puskesmas Senaru, 15 orang di Postu Sambikelen, 1 orang di RSUD Tanjung, dan 10 orang di Puskesmas Anyar.

“Data sementara kerusakan rumah terdapat 41 unit rusak berat, 74 unit rusak sedang dan 148 unit rusak ringan. Sebanyak 6.237 KK terdampak gempa,” ujar Sutopo.


HANCUR: Meru Dadia Jro Nengah Sedaan hancur usai gempa menerjang Lombok Timur, NTB, Minggu pagi (Wayan Putra/Radar Bali)

Sementara itu Humas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati meminta masyarakat terus memawaspadai gempa susulan, meskipun dengan intensitas dan magnitudo kecil.

Dwikorita juga meminta masyarakat untuk tidak mempercayai berita hoax yang menyebar pasca gempa. BMKG terus memantau perkembangan gempa dari Pusat Gempa Nasional (PGN) Jakarta.

“BMKG melalui akun Twitter @infoBMKG akan terus menginformasikan perkembangan gempa,” tuturnya. Lebih lanjut, Dwikorita menerangkan hasil analisis BMKG bahwa gempa bumi yang terjadi di Lombok merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust). Gempa bumi dipicu deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

“Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” imbuh Dwikorita.(san/indopos/bmkg/gp)