Malam Pergantian Tahun, ZIHAD Pilih Berzikir

×

Malam Pergantian Tahun, ZIHAD Pilih Berzikir

Sebarkan artikel ini
Malam pergantian tahun, Calon Gubernur Gorontalo, Zainudin Hasan pilih berdzikir. Sabtu (31/12) (F. Tim Medsos Ber-ZIHAD)

GORONTALO Hargo.co.id – Saat ratusan ribu orang tengah larut dalam gegap gempitanya malam pergantian tahun baru 2016-2017, calon Gubernur Gorontalo, Zainudin Hasan memilih untuk merayakan malam pergantian tahun dengan menghadiri pelaksanaan Dzikir akbar yang digelar oleh LSM Yaphara Gorontalo, sabtu (31/12) di halaman Hotel Mega Zanur Kota Gorontalo.

Pelaksanaan Dzikir diikuti oleh ribuan warga Gorontalo. Tak hanya itu, pelaksanaan Dzikir akbar juga dihadiri oleh sejumlah petinggi partai pendukung dan pengusung pasangan Ber-ZIHAD di Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Gorontalo 2017-2022. Juru bicara tim pemenangan Ber-ZIHAD, Nasir Tongkodu mengungkapkan, Zainudin Hasan memang sejak jauh-jauh hari sudah menjadwalkan untuk hadir dalam pelaksanaan Dzikri akbar itu. “Baik pak Zainudin Hasan dan Adhan Dambea memang lebih suka melakukan Dzikir Akbar saat malam pergantian tahun, karena sebagai daerah berjuluk serambi madinah, Gorontalo harusnya memberikan contoh kepada daerah lain untuk meramaikan malam pergantian tahun,” ujarnya.

Nasir juga mengungkapkan, kehadiran Zainudin Hasan sendiri dalam pelaksanaan Dzikir itu, tidak ada unsur kampanye sedikitpun, karena Zainudin Hasan hadir memang dalam rangka untuk mengikuti Dzikir itu saja. “Tidak ada unsur kampanye sedikitpun dalam kegiatan itu, hanya Dzikir saja,” tegasnya.

Sementara itu, untuk agenda kampanye pasangan Ber-ZIHAD sendiri, Nasir mengungkapkan, pasangan Ber-ZIHAD, senin (2/1) kemarin, menggelar kampanye di Desa Molotabu, Kabupaten Bone Bolango. Kampanye dihadiri langsung oleh kedua pasangan calon, baik Zainudin Hasan ataupun Adhan Dambea. Dalam kesempatan itu, calon wakil Gubernur Gorontalo, Adhan Dambea memaparkan sejumlah program kerja pasangan Ber-ZIHAD di Pilgub Gorontalo. “Salah satu program kerja pasangan Ber-ZIHAD adalah mengembalikan identitas Gorontalo sebagai daerah dengan julukan Kota Serambi Madinah,” ujarnya.

Karena menurut Nasir, pasangan Ber-ZIHAD menyadari betul tingginya angka kriminalitas di Gorontalo belakangan ini, disebabkan oleh kurangnya kegiatan keagamaan dan semakin bebasnya peredaran minuman keras di Provinsi Gorontalo. (tr-45/hargo)