“Saya diberi tahu rumah saya sudah terbakar,” kata Hadija saat diwawancarai Gorontalo Post (grup hargo.co.id).
Setelah tiba di rumahya, api pun sudah menjalar ke seluruh bagian rumah. Sementara itu warga sekitar yang coba untuk memberi pertolongan pun benar-benar kelabakkan.
Sebab, sumur di desa mereka juga banyak yang kering, sehingga mereka kesulitan mendapatkan air untuk memadamkan api. Alhasil, api pun terus membesar hingga menjangkau rumah Ridwan Mahajani yang berada sebelah kanan berdekatan dengan rumah Hamzah.
Sekira pukul 7.30 wita dua Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo tiba dilokasi dan langsung melakukan pemadaman. Sayangnya, saat Damkar tiba, seluruh bangunan sudah rata dengan tanah.
Tak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Meski begitu baik di rumah Hamzah maupun Ridwan, tak satu pun barang yang bisa di selamatkan. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 100 Juta.
“Saya baru inga. tadi lupa kse mati kompor waktu turun dari rumah. Mungkin api dari kompor itu,” kata Hadija.
Sementara itu Hamza Lasena menambahkan, saat kejadian dirinya yang berada di kebun langsung terkejut setelah mendapatkan informasi dari warga tentang nasib rumahnya.
“Dari kobong, kita langsung lari ka rumah. Tapi setelah tiba, rumah so rata tanah,” kata Hamzah.
