Hargo.co.id, GORONTALO – Walikota Gorontalo Marten Taha, Bupati Gorontalo Utara (Gorut) Indra Yasin, dan Wakil Bupati Gorut Roni Imran kembali aktif bertugas sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah defenitiv, sejak Ahad (24/5) kemarin, setelah cuti bersama Pilkada empat bulan terakhir.
Seperti diketahui, Marten Taha, Indra Yasin dan Roni Imran harus menanggalkan sementara jabatan mereka selama masa kampanye, kerena menjadi peserta Pilkada serentak 2018. “Jadi secara otomatis mereka aktif lagi setelah tanggal 23 Juni. Karena 23 juni akhir masa kampanye,”ujar Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Gorontalo Mitran Tuna kemarin.
Menurutnya, tidak ada lagi upacara serah terima jabatan atau pelantikan seperti penunjukan Penjabat Sementara (Pjs) kepala daerah beberapa waktu lalu. Dengan begitu kata Mitran Tunu, Pjs Bupati Gorut Abd Haris Hadju kembali lagi sebagai Kadis Pangan Provinsi Gorontalo.
“Berbeda dengan kota, karena Wakil Walikota Budi Doku yang jadi Plt Walikota. Kini pak Budi Doku kembali jadi Wakil Walikota, dan Pak Marten kembali menjabat Walikota,”ujarnya. Baik Marten Taha, Budi Doku, Indra Yasin dan Roni Imran semuanya akan menyelesaikan masa periode mereka.
Sementara itu, Marten Taha pada hari pertama kembali aktif sebagai Walikota Gorontalo, Ahad (24/6) langsung menggelar doa syukuran di rumah dinas Walikota. Marten menjalani cuti sebagai calon walikota 2018 sejak 15 Februari 2018.
“Alhamdulillah doa syukuran ini kita gelar untuk memanjatkan berkah bagi kemaslahatan Kota Gorontalo. Semoga daerah kita tetap aman dan tentram,” ujar Marten, kemarin.
Di hari yang sama, Marten juga ikut menghadiri pelaksanaan Kuliah Ba’da Shubuh di Rumah Dinas Gubenur Gorontalo, termasuk mengikuti halal bi halal yang diselenggarakan Bank Sulutgo di Grand Q Hotel Gorontalo, petang kemarin.
Sesuai rencana, pasca cuti kampanye, Marten akan fokus untuk memacu penyerapan anggaran, terutama berkaitan dengan penyerapan anggaran agar bisa maksimal.
“Kita harus segera fokus mengoptimalkan serapan anggaran terutama menyangkut Dana Alokasi Khusus (DAK). DAK ini sudah harus dilaksanakan paling lambat bulan Juni 2018. Manakala terlambat, tidak akan dicaiarkan pusat,” ujar Marten ketika diwawancarai awak media.
Selain itu lanjut Marten, dirinya juga akan fokus untuk mendorong percepatan pencapaian RPJMD 2014-2019. Saat ini target RPJMD sudah berada dikisaran 80 persen.
Menurut Marten, beberapa indikator RPJMD antara lain infrastruktur, pencapaian APBD dan indikator marko seyogyanya sudah tercapai. Namun karena pemerintahannya belum berakhir, target tersebut kembali direvisi dan ditingkatkan untukj diburu hingga tuntas masa pemerintahannya di 2019 nanti.
Sementara itu, di Kabupaten Gorontalo Utara, Pjs Bupati Abd Haris Hadju dilepas dengan upacara adat modepito. “Berapapun lama bertugas dalam menjalankan roda pemerintahan, tidak ada bedanya karena yang terpenting niat tulus untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara,”ujar Haris yang memimpin Gorut sejak Februari 2018 itu.
Bupati Gorut Indra Yasin mengapresiasi kinerja Abd Haris Hadju. Ia menambahkan, ada sinergitas yang dibangun untuk memajukan Kabupaten Gorut dari saat ini kedepan, serta konsisten soal netralitas ASN jelang Pilkada. (tro/and/idm/hg)
