GORONTALO Hargo.co.id – Dalam menetapkan pasangan calon walikota-wakil walikota yang akan diusung, partai Golkar masih akan mengandalkan mekanisme survei. Ketua DPD II Golkar Kota Gorontalo yang juga Walikota Gorontalo Marten Taha saat diwawancarai mengaku partai Golkar punya mekanisme tersendiri dalam penjaringan figur calon.
Jika Partai Demokrat menerapkan mekanisme penjaringan dengan membuka kesempatan bagi pihak external, maka Golkar akan tetap mengacu sistem penjaringan internal dengan melakukan survey elektabilitas. ” Dalam menerapkan penjaringan internal ini, Golkar menerapkan sistem Button Up-Top Down.
Artinya, ada figur yang diusulkan dari tingkat atas, dan ada figur yang diusulkan dari tingkat bawah. Kedua sistem ini tetap menjalani survey elektabilitas oleh lembaga independent,” ujar Marten.
Marten menjelaskan pelaksanaan survei sedianya dilaksanakan setahun sebelum perhelatan Pilkada. Sehingga saat ini tim survei sudah turun dan melaksanakan survey. Yang menarik kata Marten, pelaksanaan survei sendiri berlangsung sembunyi sembunyi dan bahkan tidak diketahui oleh tokoh tokoh Golkar di daerah.
“Jika kita berkaca pada Pilgub Gorontalo kemarin, Golkar juga tidak melaksanakan penjaringan terbuka. Tetapi figur yang diusung ditetapkan pada Musda Golkar saat itu. Demikian halnya dengan Pilwako.
Tentu tim DPP dimungkinkan sudah menurunkan survey atau minimal dalam waktu dekat ini akan menurunkan survey yang prosesnya kami sendiri tidak tau, Nah, hasil survey itu yang nantinya akan dikaji oleh Golkar. Dan saya rasa di internal Golkar cukup banyak figur,” tandasnya. (wan/jdm/gip/hargo)
