Selain itu Walikota juga meninjau pembangunan Industri Pengelolaan Air (IPA) yang dibangun Satker PU provinsi Gorontalo di Kecamatan Dungingi, dengan kapasitas 20 liter per detik.
Pembangunan IPA tersebut jelas Marten Taha ikut membantu menyelesaikan problem air bersih di Kota Gorontalo, sebab jika selesai, bisa menyuplai air bersih di Wilayah Dungingi dan Kota Barat.
Dengan pembangunan dua IPA tersebut, baik di Bulotadaa dengan kapasitas 50 sampai 70 liter per detik, dan IPA Dungingi dengan kapasitas 20 liter per detik, maka Kota Gorontalo tahun ini ketambahan kapasitas air 90 liter per detik, yang mampu membantu pengelolaan air yang ada di Kabila dengan kapasitas 325 liter per detik.
Sebab diakui Marten, saat ini pompa air milik Kota Gorontalo yang ada di Kabila merupakan pompa yang dan sudah ada tidak maksimal lagi memenuhi kebbutuhan air masyarakat Gorontalo.
Sehingga nantinya, Pompa di Kabila akan di khusukan untuk menyuplai air di Kecamatan kota Timur, Dumbo Raya, Hulondalangi, Kota Selatan dan sebagian Kota Tengah. Sementara dua pompa yang baru akan menyuplai kecamatan lainnya.
“Pompa di Kabila sudah tua dan tidak mampu lagi memenuhi seluruh kebutuhan air masyarakat, makanya kita remajakan dengan pembangunan dua unit IPA ini, yang satu investasi dari PDAM dan yang satu dari PU Provinsi.
Tapi bukan hanya berhenti disini, kami (Pemkot) akan terus berjuang untuk mendapatkan bantuan-bantuan dari pusat, sehingga nantinya seluruh masalah air di Kota Gorontalo bisa kita selesaikan,” terang Walikota Gorontalo. (nat/hargo)
