Kamis, 2 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Masuki Dunia Ajaib Ghibli

Oleh Aslan , dalam LifeStyle , pada Sabtu, 19 Agustus 2017 | 03:00 AM Tag:
  MENARIK PERHATIAN: Pengunjung berfoto dengan latar setting dunia roh film Spirited Away. Pameran The World of Ghibli ini berlangsung di lobi ballroom Hotel Ritz Carlton Jakarta. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

Hargo.co.id – Suasana lobi ballroom Hotel Ritz Carlton Jakarta Selatan menjelma menjadi seperti studio film. Set-set yang ada di film animasi produksi Studio Ghibli Jepang diboyong dengan penataan serupa versi orisinalnya. Lewat pameran The World of Ghibli itu, penggemar bisa menyaksikan berbagai instalasi karakter, pemandangan, kendaraan, hingga pernak-pernik menarik lainnya.

Begitu masuk area, pengunjung disambut robot penjaga Laputa dari film The Castle in the Sky. Robot itu seolah menjadi penjaga gerbang, sesuai dengan perannya di film. Nuansa Laputa, kastil langit yang ada di film, terasa berkat dekorasi berupa puing-puing bangunan serta Flapter, kendaraan yang dipakai para tokoh di film untuk mencapai kastil legendaris tersebut.

Setelah itu, pengunjung disambut panorama bathhouse dan kota di dunia roh film Spirited Away. Bathhouse didesain detail, lengkap dengan cerobong asap dan pipa pembuangan air. Suasananya terasa lengang, persis seperti kondisi dunia roh pada siang hari dalam film peraih Oscar 2003 kategori Best Animated Feature itu.

GEMAS: Replika Totoro, maskot Studio Ghibli, dibuat dengan ukuran besar dan bulunya yang halus.

GEMAS: Replika Totoro, maskot Studio Ghibli, dibuat dengan ukuran besar dan bulunya yang halus. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

Ada juga replika yang agak creepy alias seram. Yakni serangga Ohm, sidekick Nausicaa dalam film Nausicaa of the Valley of the Wind. Ohm berada di tengah Sea od Decay, hutan penuh jamur beracun. Bagian mulut Ohm bisa bergerak-gerak. Lampu di bagian kepalanya juga bersinar merah dan biru.

Sejumlah replika bisa dimasuki. Misalnya, rumah Satsuki dan Mei dalam My Neighbor Totoro. Bagi yang sudah melihat filmnya, masuk rumah itu akan dibuat kagum. Mulai gudang yang berantakan, fasad rumah yang usang, hingga mainan Mei yang berserakan sama persis. Para pengunjung bisa berkhayal seolah mereka adalah Satsuki dan Mei yang asyik bermain.

Dekat rumah itu, ada hutan yang menjadi tempat tinggal Totoro dan perlintasan Neko Bus. Dua replika tokoh itu terpajang manis, siap difoto bersama pengunjung. Kedua replika dibuat sesuai dengan ukuran asli dilapisi beludru halus. Memandang keduanya niscaya membuat siapa pun gemas.

Bersebelahan dengan rumah Satsuki dan Mei, ada toko roti tempat Kiki si penyihir bekerja dalam film Kiki Delivery Service. Karena belum bisa dimasuki, pengunjung hanya bisa mengintip dari kaca depan. Di dalamnya, berbagai roti, selai, dan minuman dibuat mirip dengan aslinya.

Willawati, executive producer acara sekaligus pemilik Kaninga Pictures sebagai penyelenggara, mengungkapkan bahwa acara tersebut adalah kesempatan bagi fans untuk lebih dekat dengan Studio Ghibli. Selama ini, fans hanya bisa menikmati dunia ajaib Ghibli lewat layar kaca. ’’Kami ingin membuat mereka merasa berada di dunia animasi Ghibli. Semua replika dibuat sesuai ukuran aslinya,’’ kata Willa.

Proses produksi berlangsung sejak Januari. Para pembuat replika adalah kru dari Indonesia yang disupervisi langsung oleh Tatsuya Ishimori dari Ghibli. Pembuatan dilakukan secara saksama sehingga menghasilkan replika yang presisi. ’’Nggak boleh ala-ala Ghibli, tapi betul-betul Ghibli,’’ tegas Willa.

Ada 11 animasi yang dibuat replikanya. Yakni The Castle in the Sky, Spirited Away, Porco Rosso, Ponyo, Nausicaa of the Valley of the Wind, Princes Mononoke, Howl’s Moving Castle, My Neighbor Totoro, Kiki Delivery Service, Secret World of Arietty, dan When Marnie Was There.

Pertimbangan pemilihan berdasar popularitasnya. Tiket bisa dibeli secara online maupun on the spot dengan kisaran Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu. Pameran seru itu berlangsung hingga 17 September mendatang. (*)

(len/c19/ayi/hg)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar