Kamis, 21 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Mau Tahu Asal Usul Kota Palu? Begini Sejarahnya

Oleh Zulkifli Tampolo , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Rabu, 3 Oktober 2018 | 22:48 PM Tag:
  

Hargo.co.id – Salah satu alasan kenapa redaksi Hargo.co.id memunculkan artikel ini, tak lain karena Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) diterjang tsunami dan gempa pada Jumat (28/09/2018). Akibatnya, ribuan warga meninggal dan masih banyak yang belum diketahui keberadaannya.

Banyak yang beranggapan jika Kota Palu berasal dari nama benda yang digunakan untuk memberikan tumbukkan kepada benda lain yakni martil. Namun setelah Hargo.co.id menjelajahi google yakni pada Wikipedia Kota Palu, maka ditemukan jawabannya.

Pada kolom sejarah, asal usul nama kota Palu adalah kata Topalu’e yang artinya Tanah yang terangkat. Maklum, daerah ini awalnya lautan, karena terjadi gempa dan pergeseran lempeng (palu koro) sehingga daerah yang tadinya lautan tersebut terangkat dan membentuk daratan lembah yang sekarang menjadi Kota Palu.

Masih berdasarkan google, istilah lain juga menyebutkan bahwa kata asal usul nama Kota Palu berasal dari Bahasa Kaili yaitu volo yang berarti bambu. Maklum, dulunya bambu tumbuh dari daerah Tawaeli sampai di daerah Sigi.

Bambu sangat erat kaitannya dengan masyarakat suku Kaili, ini dikarenakan ketergantungan masyarakat Kaili dalam penggunaan bambu sebagai kebutuhan sehari-hari mereka. Baik itu dijadikan bahan makanan (rebung), bahan bangunan (dinding, tikar, dan lain-lain), perlengkapan sehari hari, permainan (tilako), serta alat musik (lalove).

Perlu disampaikan pula bahwa posisi Kota Palu secara geografis berbatasan dengan Kecamatan Labuan (Kabupaten Donggala) di sebelah Utara. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Paprigi Barat (Kabupaten Parigi Moutong). Selanjutnya untuk bagian Selatan, berbatasan dengan Kecamatan Marawala dan Kecamatan Biromaru (Kabupaten Sigi). Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Banawa Selatan (Kabupaten Donggala).

Jika melihat kondisi geografis dan latar belakang budaya Kota Palu, nampaknya kedua anggapan di atas ada benarnya. Tinggal bagaimana pembaca menyimpulkan. Perlu dicatat pula, gempa dan tsunami bukan hanya dialami mamsyarakat Kota Palu, juga terjadi di Donggala dan Sigi.  (jdm/hg)   

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar