Sayeed pun sebelum meninggal sempat menyiratkan ingin menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada putrinya.
’’Dia (Mehbooba) orang yang efisien. Dia membangun partai dan lebih baik dalam hubungan dengan massa. Saya rasa dia cukup bertalenta untuk menjalankan negara bagian ini,’’ ucap Sayeed pada Desember tahun lalu.
Untuk menjadi pemimpin di Jammu dan Kashmir memang membutuhkan keterampilan tersendiri. Wilayah ini cukup luas dan seluruh penduduknya adalah muslim. Kashmir adalah wilayah berdarah. Konflik kerap terjadi di wilayah itu.
Para pemberontak ingin memisahkan diri dari India dan membentuk negara sendiri, sedangkan sebagian lainnya ingin bergabung dengan wilayah Kashmir milik Pakistan.
Bukan hanya konflik berkepanjangan yang mewarnai Kashmir. Pembangunan di negara bagian tersebut juga sangat minim dan angka pengangguran cukup tinggi. PDP pun selama ini dituding telah mendukung separatisme secara halus di Kashmir. Itu disebabkan Mehbooba lebih condong mendukung para pemberontak Kashmir.
