Rabu, 10 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Melihat Aktivitas Hari Raya Nyepi umat Hindu di Wonosari, Boalemo

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 10 Maret 2016 | 20:50 Tag: , , , ,
  

Sedangkan di masing-masing rumah tangga kata Dewa, upacara dilakukan di natar merajan (sanggah). Di situ umat menghaturkan segehan Panca Warna 9 tanding, segehan nasi sasah 100 tanding.

Sedangkan di pintu masuk halaman rumah, dipancangkanlah sanggah cucuk dan di situ umat menghaturkan banten daksina, ajuman, peras, dandanan, tumpeng ketan sesayut, penyeneng, jangan-jangan serta perlengkapannya. Pada sanggah cucuk digantungkan ketipat kelan (ketupat 6 buah), sujang berisi arak tuak.

Kendati begitu, di tiga desa yang menjalankan ritual Nyepi ini juga terdapat warga yang beragama lain, seperti Islam. Tapi para warga non Hindu ini juga ikut ‘berpuasa’ aktivitas.

Tidak ada aktivitas mencolok. Mereka juga menahan diri untuk mondar mandir di kampung. Hiburan seperti televisi dan musik juga diredam suaranya. Tujuanya adalah menghomormati para tetangga mereka yang sedang ritual Nyepi.

Halid Solo, seorang Muslim di Desa Trirukun menyebut, toleransi umat bergama di desanya sudah terjaga sejak dulu. Tidak ada saling mengganggu, yang ada adalah saling menghormati.

“Kita mengedepankan toleransi umar beragama. Bahkan tidak ada suara bising sedikitpun,”katanya. (*)

(Visited 21 times, 1 visits today)

Laman: 1 2 3


Komentar