Hargo.co.id, GORONTALO – Jika tak ada halangan, Maret 2022 sudah akan action untuk pekerjaan yang anggarannya melalui dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Saat ini masih dalam tahap persiapan dan perencanaan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Gorontalo Utara (Gorut), Haris Latif saat ditemui ini di sela-sela kesibukannya melakukan review design dan perencanaan terhadap program 2022.
“Untuk action itu pada Maret mendatang, saya usahakan sudah ada yang berjalan, dan itu yang masuk dalam pembiayaan dari dana PEN,” ungkapnya.
Menurut Haris Latif, saat ini pihaknya tengah memacu persiapan perencanaan yang ada dan diantaranya melakukan review terhadap desain yang telah selesai dilakukan.
“Kurang lebih ada 6 desain yang telah siap, ada yang 2021 kemarin dan bahkan ada yang dari 2020 dan 2019,” jelas Haris Latif.
Terhadap desain yang usianya telah lebih dari setahun dalam artian untuk 2019 dan 2020 itu kata Haris, akan dilakukan review kembali.
“Dalam artian kita akan evaluasi lagi untuk melihat kesesuaian dengan kondisi yang ada saat ini, namun itu tidak memakan waktu yang terlalu lama,” tegasnya.
Namun untuk 2021 kemarin, itu tidak akan direview dan langsung akan diproses sesuai dengan prosedur yang ada.
“Ketika selesai direview akan dilanjutkan ke prosedural berikutnya, sehingga pada bulan Maret sudah ada kontrak kerja dan sudah ada juga kegiatan fisik,” paparnya.
Apa yang disampaikan oleh Haris tersebut menurutnya untuk program yang pembiayaannya dari dana PEN, dan untuk program yang masuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) itu kemungkinan besar pada April mendatang.
“Kalau untuk dana PEN kegiatannya ada 22 semuanya, dan sebagian sudah mulai kami siapkan. Hanya saja untuk Rumah Sakit (RS) Zainal Umar Sidiki (ZUS) masih akan dilakukan penelitian terhadap lokasi atau struktur tanah pada titik tertentu,” ujarnya.
Bagi Haris Latif sebenarnya untuk program yang didanai oleh PEN merupakan hal yang biasa saja, hanya saja dari sisi tanggung jawab itu lebih berat karena ada berbagai prosedur dan mekanisme yang memang harus diperhatikan.
“Karena jika lalai, dampak dan resikonya sangat besar, karena disini daerah yang menentukan soal waktu pemenuhan,” tandasnya. (***)
Penulis: Alosius M. Budiman
