Rabu, 10 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



In Memoriam ‘Syamsur Junus’ Sukses Berawal dari PHK, Tolak Tawaran Jadi Pejabat

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Jumat, 7 Juli 2017 | 11:03 Tag: , , , ,
  

GORONTALO Hargo.co.id – Tak boleh berprasangka buruk dengan cobaan dan musibah yang datang dari Allah SWT. Karena bisa jadi ada rencana besar Tuhan dibalik musibah dan cobaan yang datang. Hal inilah yang dialami almarhum Syamsur Yunus hingga akhirnya sekarang menjadi pengusaha kontruksi sukses.

Kesuksesan yang almarhum raih berawal dari cobaan hidup yang dialaminya pada sekitar tahun 70-an. Menjadi pegawai di perusahaan negara Aduma Niaga, almarhum Syamsur Yunus harus berhenti bekerja atau istilah sekarang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) pada tahun 1974. Karena perusahaan tempat dia bekerja bangkrut. Dan pemerintah sebagai pemilik perusahaan menutupnya.

Tapi kebesaran hati dan kesabaran almarhum Syamsur Yunus dalam menghadapi cobaan membuahkan hasil manis. Almarhum tak mau berlarut-larut dalam kesedihan usai diberhentikan sebagai pekerja.

Berbekal pengalaman kerja , Almarhum Syamsur Yunus atau dikenal dengan panggilan Om Syam merintis usaha dalam bidang jasa konstruksi dengan mendirikan perusahaan jasa konstruksi bernama PT Sinar Karya Cahaya. Yang pada tahun 1970-an hanya sedikit orang Gorontalo yang mau meliriknya.

Keuletan dan kegigihan Om Syam dalam bekerja, lambat laun mulai membuahkan hasil. Pelan tapi pasti, Om Syam mulai mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk mengerjakan sejumlah proyek kecil di daerah.

Kepercayaan ini mampu dibayar Om Syam dengan hasil yang memuaskan. Tak heran, Almarhum mulai mendapatkan tanggung jawab yang lebih besar mengerjakan proyek berskala besar.

Pada tahun 1980-1989, Om Syam mendapat kepercayaan untuk mengerjakan Proyek Program Transmigrasi di Gorontalo. Dari titik inilah kesukesan Om Syam mulai meroket. Sebagian besar proyek jalan di Gorontalo dikerjakan oleh perusahaan milik Om Syam.

Beberapa proyek tersebut seperti peningkatan Jl. Atinggola – Kwandang (tahun 2000), Konstruksi Pasar Sentral/Terminal Gorontalo (Tahun 2002), bahkan Pembangunan Landasan Pacu dan Pembangunan Gedung Administrasi Terminal I serta Pembangunan Jalan dan Areal Parkir di Bandara Udara Sepinggan (Tahun 2003), serta Pembangunan Jalan Gorontalo – Taludaa (Tahun 2006). Sekarang ini perusahaan milik Om Syam menjadi pelaksana mega proyek Gorontalo Outher Ring Road (GORR).

Tak hanya dikenal menggeluti usaha konstruksi, Almarhum Syam Junus juga dikenal seorang pengusaha yang menggeluti berbagai bisnis. Tercatat, Almarhum memiliki beberapa SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum), Apotik, dan Travel yang berdiri di beberapa tempat di Gorontalo.

“Awalnya beliau menjadi kontraktor kecil kecilan, lalu dengan kerja keras dan disiplin yang kuat, akhir perlahan beliau berhasil mengembangkan perusahaan (PT Sinar Karya Cahaya,red) hingga menjadi besar,” cerita Tony Junus, putra almarhum.

Bahkan, di usia yang sudah uzur yakni mendekati 80 tahun, almarhum Syamsur Yunus masih aktif masuk kantor setiap hari. “Mungkin dengan bekerja, semangat beliau akan selalu timbul. Sehingga beliau tetap terus ke kantor,” sambung Tony Junus.

Di kalangan keluarga, Symasur Yunus dikenal sebagai sosok seorang ayah yang bukan hanya pekerja keras, namun juga ayah yang terus memberikan dedikasi bagi keluarganya.
Menjadi pengusaha sukses, tak membuat almarhum lupa diri. Jiwa sosial Om Syam masih terjaga.

Dimata masyarakat Gorontalo Om Syam dikenal menjadi sosok yang Dermawan. Om Syam bersama dua tokoh Gorontalo, Ahmad Pakaya dan Wahidji tercatat sebagai pendiri Yayasan Universitas Gorontalo yang sekarang telah menjadi salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di daerah ini.

Bahkan, hingga dipenghujung usianya, Almarhum masih menjadi salah satu pemberi dana terbesar di Yayasan Universitas Gorontalo. Tak hanya aktif memajukan dunia pendidikan, almarhum juga sangat peduli dengan kegiatan kemanusiaan. Om Syam menjadi pendiri sekaligus donatur tetap Rumah Sakit Islam Gorontalo yang selama ini menjadi salah satu pilihan warga Gorontalo untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Tak Mau Jadi Pejabat

Meski telah menjadi kontraktor sukses dengan penghasilan yang terbilang besar, tak membuat almarhmum Syamsur Junus tertarik untuk terjun dalam politik praktis agar menjadi pejabat publik. Meski kesempatan untuk itu sangat terbuka lebar. Menurut Toni Junus, awal kehadiran partai Golkar di Gorontalo ayahnya sudah menjabat Bendahara partai. Namun, Syam Junus enggan untuk terjun terlalu jauh di dunia politik praktis.

(Visited 20 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar