Kamis, 2 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Mengenang History Penebusan Dosa

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Sabtu, 26 Maret 2016 | 10:11 AM Tag: , ,
  

Hargo.co.id - Gorontalo  Jum’at 25 Maret 2016 adalah hari libur nasional bertepatan dengan hari raya umat kristiani, yaitu hari kematian Yesus Kristus alias hari wafat Isa Almasih.

Bagi umat Islam, istilah hari wafat Isa Almasih ini tidak tepat, karena menurut aqidah Islam, Nabi Isa alaihissalam tidak mati dan tidak pula disalib. Agama yang meyakini kematian Yesus di tiang salib adalah Kristen.

Di Gorontalo, hal Ini pun tak kalah hikmanya. Seluruh gereja nampak ramai dengan jemaat yang ingin mengenang history penebusan dosa oleh sang mesias itu.

Panautan Gorontalo Post(hargo.co.id ), di sejumlah gereja di Gorontalo ramai dengan jemaat kristiani. Bahkan sejumlah akses jalan yang melintas gereja terpaksa dialihkan akibat kendaraan pribadi para jemaat yang cukup padat.

seperti halnya di Gereja Protestan Indonesia Gorontalo Imanuel (GPIG). Bahkan saking padatnya, sebagian jemaat harus menempati tenda yang disediakan diluar Gereja oleh panitia.

Para jemaat GPIG berkumpul sambil menyanyikan pujian-pujian terhadap Yesus Kristus serta diikuti serangkaian ibadah. Mulai dari anak-anak sampai para lansia terlihat. Suhu panas di siang hari seperti tak menjadi penghalang. Mereka begitu antusias menyimak khutbah.

Pendeta Venti Kaeng Mandagi dalam khutbahnya di GPIG, menekankan bahwa, peringatan wafatnya Yesus Kristus harus bisa memberikan energi positif bagi umat nasrani.

(Visited 3 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar