Untuk urusan sumber daya alam, Sunur mengaku tak khawatir. Alam Lembata menurutnya sudah banyak dikaruniai banyak keindahan. Sebagai salah satu wilayah transisi flora dan fauna antar dua benua, Asia dan Australia, banyak biota laut yang unik nan langka yang bisa dijumpai di sana.
Mau cari apa? Skeleton Shrimp? Makhluk mikro yang menghuni pasir hitam di bawah laut Lembata? Beberapa jenis nudibranch? Semua bisa ditemukan di sembilan dive spot unggulan Lembata.
Itu belum termasuk Batu Tara, sebuah pertunjukan spektakuler dari gunung berapi bawah laut yang meletus setiap 20 menit sekali.
Pemandangan letusan tersebut akan menjadi pengalaman wisata yang tidak akan pernah dilupakan pengunjung. Yang perlu digenjot Lembata menurut Sunur, tinggal peningkatan kualitas SDM-nya.
“Kami harus menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Jangan sampai ketika ada kebutuhan tamu untuk diving di Lembata, kita harus mendatangkan dive guide dari luar daerah. Ke depan hal itu tidak boleh terjadi lagi,†terang Sunur.
