Dalam kerjasama ini, RAID menawarkan rangkaian lengkap program akademik penyelam online dari pemula sampai tingkat instruktur untuk snorkeling, scuba dan freediving. Rencananya, pada tahap I, para Instruktur RAID akan melatih lima orang dari Pemkab Lembata untuk menjadi dive guide.
Mereka adalah Polykarpus Kuya, Lodovikus N Atawolo, Marselus Bao Irak, Rofinus Marianus Menteiro, dan Hyronimus D. M Wukak. Kelima orang ini akan mengambil kursus ini dari tingkat Open Water hingga Rescue mulai 18 Juli 2016. Tempat pelaksanaan pelatihan adalah di Tulamben, salah satu dive spot terbaik di Lembata.
Menpar Arief Yahya menyebut Lembata memang dikenal sejak dulu dengan wisata baharinya. Hanya saja syarat 3A sebagai destinasinya masih belum cukup kuat untuk mengimbangi Atraksi yang sebegitu legendaris. “Akses dan Amenitasnya masih belum sekelas dengan Atraksinya, karena itu untuk memajukan Lembata yang harus dipikirkan adalah dua A itu,” kata Menpar Arief Yahya di Jakarta.
Tetapi, lanjut Arief Yahya yang mantan Dirut PT Telkom ini, apa yang sedang dilakulan Bupati Sunur untuk menjadikan Lembata sebagai destinasi kelas dunia patut dihargai.
Arief Yahya mencontohkan Bupati Banyuwangi yang berhasil mengubah wajah daerahnya menjadi destinasi wisata yang lengkap dan hidup. “Kalau CEO commitment nya kuat, tidak ada yang tidak bisa!” jelas Arief Yahya. (hargo)
