Menpar Arief Yahya: Mari Jo ke Manado!

×

Menpar Arief Yahya: Mari Jo ke Manado!

Sebarkan artikel ini
Menteri Pariwisata Arief Yahya

Ketika Gubernur dan Walikota – Bupatinya sudah commited, tidak ada jalan yang tidak bisa ditembus. Tidak ada jalan buntu. Begitu pun sebaliknya, sehebat dan sesempurna apapun sebuah konsep, tanpa disupport oleh CEO-nya, itu hanya akan mengawang-awang di langit. “Saya melihat Pak Gubernur punya potensi besar untuk serius memajukan Pariwisata di Sulut,” kata pria asal Banyuwangi ini.

Modalnya sudah cukup kuat. Punya atraksi kelas dunia, terutama Bunaken dengan Wisata Bahari sub Underwater Zone itu. Bunaken sudah dikenal dimana-mana dengan atraksi bawah laut, terumbu karang dan biota laut. Tinggal kebersihan, manajemen sampah, fasilitas toilet, resto dan café yang juga harus berkelas dunia. “Sekali lagi, kalau Pak Gubernurnya mau, pasti dengan mudah bisa mengatasinya, ungkap Menpar yang Mantan Dirut PT Telkom Indonesia itu.

Soal Akses, Menpar Arief Yahya sudah punya rencana besar dengan bos Lion Group Rusdy Kirana untuk menerbangi lebih banyak dan intensif menuju regular flight dari secondary city di Tiongkok. Bulan Juli 2016 ini Lion sudah terbang dari 6 Kota di China ke Manado, seperti Macau, Shenzen, Chongqing, Wuhan, Shanghai, dan Changsa. Sriwijaya ke Guangzhou dan Citilink ke Hongkong.

Bahkan sampai tanggal 26 Juli lalu, sudah ada 49 penerbangan Tiongkok-Manado, oleh tiga maskapai, yakni Lion Air (36 flights), Sriwijaya Air (6 flights), dan Citilink (7 Flights).

Bandara Sam Ratulangi juga akan dilihat oleh Menpar Arief Yahya, jika proyeksinya tinggi, maka dia akan berkoordinasi dengan Kemenhub untuk percepatan perluasan terminal dan perpanjangan landasan. “Kita bisa hitung, berapa proyeksi kunjungan wisman, lalu berapa banyak orang yang akan masuk Manado, sehingga ketemu harus dibesarkan dengan size berapa,” kata dia yang masih ada 16 penerbangan lagi dari ketiga maskapai nasional itu.

Menurut Vincensus Jemadu, Asdep Pengembangan Pemasaran Asia Pasifik, hingga 24 Juli 2016 lalu yang datang dari Tiongkok ada 4.352 orang, yang bertolak dari Manado 3.223 orang, total 7.575 orang. Sedang yang datang dari Singapore 1.751 orang, yang kembali ke Singapore ada 1.406 orang, total 3.157 orang. “Angka itu terus berkembang dan bertumbuh,” ungkap Vincensus.