Menpar dan Gubernur ‘Berebut’ Toilet

×

Menpar dan Gubernur ‘Berebut’ Toilet

Share this article
LAUNCHING FPT 2016: Menteri Pariwisata RI, DR Arief Yahya, dan Gubernur NTB, DR. TGH M Zaenul Majdi, memukul rebana sebagai tanda di launching event pariwisata NTB, Festival Pesona Tambora 2016 (SIGIT SETYO/RADAR LOMBOK)

Dengan bahasa yang sangat santun, Tuan Guru pun “menyenggol” pada bupati dan walikota di NTB. Destinasi itu 100 persen milik kabupaten kota. Bukan kementerian, juga bukan provinsi. “Pajak, retribusi, ratusan miliar dari wisatawan itu masuknya ke kabupaten kota? Masak tidak malu, kok membangun dan menjaga toilet saja tidak mau?” ucap Tuan Guru lugas.

Di seminar itu, pembicara lain yang hadir adalah Sapta Nirwandar, Senior Adviser Menpar, Riyanto Sofyan, Pemilik Hotel Sofyan, Rifda Ammarina pegiat promosi pariwisata, Akhmad Saufi Lektor Universitas Mataram dan Ikhsan Abdullah, Direktur Indonesia Halal Watch.

Menpar sebenarnya lebih banyak berbicara soal strategi marketing. Tetapi, tema toilet tIba-tiba menyeruak sehingga membuat Arief Yahya harus berbicara toilet. Ada tiga hal tentang strategi promosi itu, yakni Branding Advertising dan Selling.

Soal Branding Halal, Manpar Arief Yahya menyebut “World Best Halal Tourism Destination” yang matching dengan award yang diterima Lombok di Abu Dhabi. Advertising yang akan disupport oleh Kemenpar adalah Pesona Tambora 11 – 16 April 2016, Festival Muharram 12 Oktober 2016, dan Bulan Budaya Lombok Sumbawa November – Desember 2016.

Sedangkan Selling, World Halal Travel Mart 2016, Sales Mission (Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Tiongkok) dan Fam Trip (Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Tiongkok). “Soal strategi branding, advertising, dan sales ini, Phillip Kotler, maha gurunya marketing yang punya teori, yang punya rumus. Jangan disoal-soal lagi! Kalau nggak percaya sama jagonya marketing dunia, terus mau pakai teori apa?” tegas Arief. (ndi/hargo)