Hargo.co.id– Mes karyawan PLTU Anggrek di Desa Molingkapoto Kecamatan Kwandang, Gorut, Kamis (19/4) kemarin ludes dilahap api, hanya satu buah labtop dan satu buah kemeja saja yang masih utuh dan terselamatkan.
Dari berbagai sumber yang berhasil dihimpun Gorontalo Post, kebakaran yang menghanguskan mes karyawan PLTU tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 wita siang usai azan lohor.
Menurut ketrangan dari Ilyas Lamato yang rumahnya bersebelahan dengan mes tersebut mengatakan bahwa pada saat kejadian, mes dalam keadaan terkenci “Ada satpam yang menjaga, hanya saja satpam tersebut akan keluar makan siang, namun tidak beberapa lama kembali lagi ke mes karena dari dalam mes mulai terlihat kepulan asap” ungkapnya.
Ilyas yang bersebelahan dengan mes tersebut langsung bersama dengan warga mulai membantu memadamkan api dengan cara manual sambil menunggu petugas pemadam kebakaran. Menurutnya api berasal dari ruang tengah dan mulai merembet kearah bagian depan mes tersebut.
“Kami tidak dapat menyelamatkan apa-apa dari dalam mes, karena mes dalam keadaan terkunci. Warga disini terus berupaya memadamkan api secara manual sambil menunggu pemadam kebakaran yang datang” jelasnya.
Keterangan lainnya yang diperoleh dari Taufik Nugroho salah satu penghuni mes tersebut mengatakan bahwa dirinya mendapatkan berita kebakaran tersebut saat makan siang dan langsung meluncur ke lokasi kejadian. “Memang kondisi mes dalam keadaan sepi, semua kamar dalam keadaan terkunci.
Mes ini dihuni oleh 9 orang dan untuk barang-barang ada yang merupakan barang pribadi dan ada juga yang merupakan inventaris kantor” jelasnya.
Dari kondisi yang ada, memang untuk barang-barang pribadi maupun inventaris kantor tidak ada yang terselamatkan, semuanya telah menjadi arang. “Terutama untuk data-data pekerjaan semuanya ada dalam labtop yang ikut hangus. Untuk kerugiannya kami belum mengetahuinya” tegas Taufik.
Sementara itu, Ketua Tim, Budi menjelaskan bahwa pihaknya belum mengetahui apa yang akan dilakukan selanjutnya. “Untuk kerugian kami belum tahu. Begitu juga penyebab dan kebakaran dan kondisi mes sebelum terjadi kebakaran apa kosong atau bagaimana. Yang pasti kami akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait” jelasnya.
Kebakaran tersebut lanjut Budi tidak sampai mengganggu aktivitas pekerjaan, walaupun memang tidak ada barang yang dapat diselamatkan. “Kami masih punya mes satu lagi untuk ditinggali” jelasnya.
Disisi lain, Sekertaris Satpol PP dan Kebakaran, Usman Lagarusu mengatakan bahwa untuk memadamkan api, pihaknya mengerahkan segala kemampuannya walaupun hanya dengan satu buah mobil pemadam. Menurutnya mobil pemadam bantuan dari Jepang hanya satu yang dapat difungsikan itupun telah dimodifikasi.
“Kami berupaya semaksimal mungkin agar kebakaran tidak merembes ke rumah warga lainnya. Pemadaman ini juga dibantu oleh dari Dinas Sosial dan Dinas Lingkungan Hidup” ungkapnya.Untuk petugas yang diterjunkan untuk memadamkan api saat ini selain dari petugas pemadam sendiri juga dibantu oleh Satpol PP dan juga masyarakat. “Untuk penyebab kebakaran sendiri diduga dari korsleting listrik” terangnya.Kedepan kata Usman pihaknya berharap agar armada pemadam kebakaran yang ada di Kabupaten Gorut dapat bertambah. (abk/hg)
