Berkaitan dengan listrik, gedung terminal baru membutuhkan daya listrik kurang lebih 1 Megawatt (MW). Dengan kebutuhan listrik setara satu kecamatan itu, maka diperlukan travo atau gardu listrik di gedung terminal baru.
Hanya saja informasi yang diperoleh Gorontalo Post, trafo tersebut yang hingga kini belum terpasang di terminal. Selain listrik, masalah lainnya berkaitan dengan IT (teknologi informatika), konsesi, dan dekorasi gedung bandara.
Kepala Bandara Djalaluddin Gorontalo Asri Santosa ketika dikonfimasi menegaskan, sejauh ini persiapan untuk pengoperasian Bandara sudah tidak ada masalah berkaitan dengan operasional dan software. Begitu pun kaitannya dengan proyek terminal.
“Jadi masalah software so good. Ada pun berakitan dengan masalah listrik, saat ini kita tinggal menunggu pengadaan trafo induk dari Perusahaan Listrik Negara (PLN),” kata Asri.
Lebih lanjut disampaikan Asri, kebutuhan listrik di terminal Baru Bandara Djalaluddin Gorontalo memang cukup besar. Mencapai 1 Megawatt.Karena itu travo yang digunakan harus travo industri.
“Kita sudah bayar untuk pengadaan travo itu. Mungkin tak lama lagi akan segera diadakan,” jelasnya.
Sebenarnya pula dikatakan Asri, selain menyangkut listrik, dalam rentan waktu setelah peresmian terminal, pihaknya juga masih memberikan kesempatan kepada pihak Maskapai untuk melakukan instalasi aplikasi IT di terminal baru. Selanjutnya, Maskapai dengan kesibukannya yang tak boleh putus melayani penumpang diberikan waktu untuk melakukan dekorasi dan penyiapan SDM. Sebab, nantinya di Bandara baru, maskapai akan memerlukan tambahan SDM.
“Termasuk, kita masih akan melakukan dekorasi di dalam bandara. Setelah dekorasi, listrik, dan instalasi maskapai sudah selesai Bandara akan segera dioperasikan,” terangnya.
Untuk itu Asri meminta agar seluruh maskapai sudah harus mempersiapkan diri dengan menginstalasi aplikasi termasuk SDM. Termasuk sudah harus menyesuaikan dengan layanan sesuai dengan SOP di Terminal Baru. “Masyarakat Gorontalo sabar saja. Paling lambat awal Juni ini terminal baru sudah beroperasi,” tandasnya.(and/hargo)
