NAFAS Bongkar 83 Pejabat, Dari Asisten hingga Lurah

×

NAFAS Bongkar 83 Pejabat, Dari Asisten hingga Lurah

Share this article
Nelson Pomalingo

Hargo.co.id Gorontalo – Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo-Fadli Hasan (NAFAS) sepertinya belum menemukan komposisi yang pas untuk struktur kabinetnya. Baru genap tiga bulan setelah Oktober 2017, duet yang menahkodai Kabupaten tertua di Gorontalo itu kembali melakukan perombakan, Senin (22/1).

Sebanyak 83 pejabat digeser, dimutasi serta dipromosi. Para pejabat itu meliputi asisten dan kepala dinas (eselon II) kepala bagian/camat (eselon III) hingga lurah (eselon IV).

Contohnya posisi Asisten Ekonomi Pembangunan yang tadinya dijabat Yudhi Ekwanto berganti ke Sumanti Maku. Sebelumnya, Sumanti Maku menjabat Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat.
Posisi Sumanti sendiri digantikan oleh Safwan Bano yang merupakan mantan Kepala Dinas Sosial. Sementara posisi Kepala Dinas sosial diisi oleh Yudhi Ekwanto.

Kepala bagian di Sekretariat Daerah Kabupaten Gorontalo juga dikocok. Posisi Kepala Bagian Kesra ditempati Mulyadi Domili.

Sementara Ismet Tuhala yang tadinya menempati posisi tersebut dipercayakan sebagai Kepala Bagian Pemerintahan, dan Yudhi Abdul Latif dilantik sebagai Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan.

Perombakan juga terjadi pada struktur camat. Ada sembilan camat yang dilantik. Menariknya delapan di antaranya merupakan wajah baru.

Seperti Camat Telaga Jaya yang ditempati oleh Zulkifli Lasalewo, Abdul Azis Hasan sebelumnya menjabat sekretaris Dinas Koperasi dipercayakan menjadi Camat Telaga, Evy S Neu dilantik sebagai Camat Tilango, Jamaluddin Mile sebagai Camat Dungaliyo, Fadli Foha dilantik sebagai Camat Batudaa, Herman K Umar menempati posisi Camat Tabongo, Syarifudin Rahman sebagai Camat Mootilango, serta Hasim Rivai sebagai Camat Asparaga.

Sementara itu Saiful Hippy yang tadinya Camat Tilango dirotasi menjadi Camat Telaga Biru.
Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengungkapkan, ada beberapa hal yang mendasari pelantikan tersebut. Di antaranya untuk mengisi jabatan-jabatan yang kosong.

Terlebih dengan lahirnya 8 bidang baru hasil pembedahan organisasi beberapa waktu lalu. Contohnya Bidang Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Dinas Keuangan dan Aset, serta beberapa beberapa bidang lain sesuai peraturan dari pusat.

“Kedua, kita juga memberikan jenjang karier seseorang, misalnya saja camat yang sudah menjabat 8 tahun, akhirnya dia di tingkat jenuh, maka kita berikan ruang di tingkat Kabupaten dan dengan demikian mereka memiliki peluang untuk jabatan-jabatan yang lebih tinggi lagi. Insyaallah 5-10 eselon II yang bakal pensiun, ini menjadi ruang bagi mereka,” ungkap Nelson.

Selain itu, pelantikan juga menjadi pintu baru bagi para pejabat mengembangkan potensi yang mereka miliki. Contohnya, mereka yang hanya terbiasa dengan tugas lapangan, diberikan kesempatan untuk mencicipi kerja di bagian lainnya. Demikian pula sebaliknya, yang biasa berada dibalik meja, mendapatkan kesempatan untuk belajar di lapangan.

“Karena kita ingin kecepatan birokrasi lebih cepat lagi. Apalagi kita sudah canangkan bahwa tahun ini adalah tahun peningkatan kinerja yang tadinya perubahan kita tingkatkan perubahan yang dilakukan,” tegas Nelson Pomalingo.

Menurut Nelson, pihaknya memilih orang-orang berlatar belakang pendidikan, mumpuni, kinerja yang bagus, pengalaman baik, kemudian sesuai keinginan OPD.

“Mudah-mudahan ini lebih berkolaborasi . Semangat-semangat itu akan melahirkan kinerja bagi pembangunan di daerah ini,” tutup Nelson.(nat/hg)