Napi VS Polisi, Lapas Gorontalo Mencekam !!!

×

Napi VS Polisi, Lapas Gorontalo Mencekam !!!

Share this article
Kondisi Lapas Kelas II A Gorontalo (31/5) semalam, dipadati oleh warga.

Hargo.co.id GORONTALO – Kerusuhan di lembaga pemasyarakatan (lapas) terus terjadi. Setelah Lapas Bancuey di Bandung dan Lapas Kerobokan di Bali, kini giliran Lapas Kelas II A Gorontalo.

Tadi malam (31/5) pukul 20.00 wita, situasi di dalam Lapas Gorontalo mendadak mencekam. Ratusan napi keluar dari blok tahanan dan menguasai Lapas Gorontalo. Mereka memukul mundur petugas sipir yang berjaga di dalam lapas.
Hingga berita ini dilansir Rabu (1/6) pukul 01.00 wita, kondisi dalam lapas masih mencekam. Listrik di dalam lapas telah dimatikan oleh napi. Sehingga situasi di dalam lapas gelap gulita.
Di luar lapas, ratusan personel Kepolisian sudah mengepung dan bersiaga dengan senjata lengkap. Sejumlah penembak jitu (sniper) ikut ditempatkan di beberapa titik.

Sesekali terdengar bunyi tembakan gas air mata, yang ditembakkan petugas dari luar ke dalam lapas. Tembakan gas air mata dilakukan untuk membubarkan kumpulan napi di dalam lapas. Selain tembakan gas air mata, sempat terdengar pula bunyi letupan tembakan senjata api.
Meski beberapa kali ditembakkan gas air mata, kumpulan napi yang menguasi Lapas tak kunjung bubar. Sebaliknya, mereka melakukan perlawanan dengan melemparkan batu serta bom Molotov dari dalam lapas. Selain itu ada pula serangan panah wayer yang diduga ditembakkan dari dalam lapas.
Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, kerusuhan ditengarai dipicu oleh pengeroyokan yang berujung penikaman terhadap anggota Polres Gorontalo Bripda Muhammad Kurniawan Noho.

Adapun awal kejadian, sekitar pukul 18.30 wita, Bripda Muhammad Kurniawan Noho bersama rekannya sesame anggota Polisi datang untuk mengantar tahanan ke dalam blok tahanan. Saat itu Bripda Muhammad Kurniawan turut didampingi beberapa petugas sipir.

Saat berada di dalam blok tahanan, Bripda Muhammad Kurniawan diduga diteriaki seseorang napi (belum diketahui identitasnya). Akibat teriakan itu Bripda Muhammad Kurniawan terlibat perkelahian dengan napi yang bersangkutan. Namun, mendadak Muhammad Kurniawan dikeroyok oleh sekitar 10 napi lainnya.
Dalam kejadian itu Bripda Muhammad Kurniawan mengalami luka tusuk di bagian paha dan betis kiri. Seketika itu Bripda Muhammad Kurniawan langsung menyelamatkan diri menuju pos petugas sipir. Selanjutnya Bripda Muhammad Kurniawan dibawa menuju Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS).
Sesaat setelah kejadian pengeroyokan yang berujung penikaman terhadap Bripda Muhammad Kurniawan, Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Rustam Gani berusaha menenangkan para napi. Ia meminta para napi tetap berada di dalam blok tahanan dan tidak membuat kekacauan.
Awalnya situasi sempat mereda.

Namun dikala sedang dilakuan negosiasi, entah dari mana para napi mendapat kabar bakal ada serangan balik dari pihak Kepolisian. Informasi itu lantas menyulut emosi para napi.

Mereka lantas keluar dari blok tahanan dan berkumpul di halaman dalam lapas. Petugas sipir yang berusaha menenangkan para napi tak mampu berbuat banyak. Malah para napi mulai menerobos pos penjagaan. Dalam hitungan menit, situasi di dalam lapas mulai kacau.
Kalah jumlah, petugas sipir memutuskan untuk mundur. Mereka lantas mengunci pintu gerbang (portal) agar para napi tak keluar. Sementara di dalam lapas semakin gaduh. Para napi terus berteriak-teriak, dan kemudian mematikan aliran listrik di dalam Lapas.
Beberapa saat kemudian, personel Kepolisian gabungan Polres Gorontalo Kota dan Polda Gorontalo tiba di lokasi. Mereka lantas mengepung seluruh areal Lapas Gorontalo. Petugas kemudian menembakkan gas air mata untuk menenangkan dan membubarkan kumpulan napi di dalam Lapas.
“Saat itu KPLP sementara negosiasi dengan para napi, tetapi tiba-tiba muncul info bila bakal ada serangan balik. Hal itu membuat para napi menjadi tak terkendali,” ungkap salah seorang petugas lapas Gorontalo Rahman Ma’ruf.
Sementara itu Kapolres Gorontalo Kota AKBP Rony Yulianto yang turun langsung ke lokasi masih terus berusaha mengamankan situasi. Perwira berpangkat dua melati itu belum memberikan komentar berkaitan insiden yang terjadi di dalam lapas.(tr-45/hargo)