Minggu, 29 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Nelayan Tak Diizinkan Melaut, Gubernur Gorontalo Telepon Menteri KKP

Oleh Admin Hargo , dalam Gorontalo , pada Sabtu, 9 April 2022 | 06:05 Tag: , , , ,
  Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat menelpon langsung Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, di sela - sela rapat koordinasi bersama, yang berlangsung di Aula Rudis Gubernur, Jumat (08/04/2022). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Seperti yang diberitakan sebelumnya dimana sebagian besar nelayan mengeluh kepada Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, terkait izin kapal ikan di atas 30 Gros Ton (GT) yang belum selesai diurus. 

Hal tersebut dikeluhkan nelayan karena saat ini situasi sedang musim ikan, dan ditambah lagi bulan Ramadhan ini mereka perlu kapal untuk mencari nafkah. 

“Pak gubernur ini enam kapal yang belum keluar izin dari KKP. Karena diatas 30 GT izin harus dari pusat tidak bisa dari provinsi. Hari ini kita butuh solusi dari pak gubernur dan teman-teman semua,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Sila Botutihe, saat mendampingi nelayan pemilik kapal 30 GT pada rapat koordinasi bersama gubernur di Aula rudis gubernur, Jumat (08/04/2022). 

Mendengar keluh kesah tersebut, tanpa menunggu lama Rusli Habibie dalam rapat itu seketika mengeluarkan handphone dan langsung menelepon Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono. 

“Izin pak Menteri, ini nelayan saya punya kapal diatas 30GT belum bisa melaut karena terkendala izin yang masih dalam kepengurusan. Kami sudah rapat hari ini, solusi bersama apakah bisa melaut dulu pak Menteri? Hanya di perairan Gorontalo saja. Minta waktunya hanya dari puasa sampai selesai Idul Fitri. Ini mereka kasihan mata pencahariannya di situ pak Menteri,”ucap Rusli Habibie saat menelpon. 

Dalam sambungan telepon tersebut, Sakti Wahyu trenggono menjawab permintaan Rusli Habibie dan langsung menyampaikan siap membantu memberikan izin. 

“Siap, bisa pak gubernur. Hanya di perairan Gorontalo dulu, tapi izinnya tetap diurus yah,” ujar Sakti Wahyu Trenggono. 

Usai menelpon Menteri, Gubernur pun melanjutkan rapat. Di kesempatan itu ia meminta semua pihak segera menyiapkan apa yang harus disiapkan. Dan tanpa mengurangi rasa hormat kepada Menteri KKP, gubernur mengajak kepala dinas perikanan serta pemilik kapal 30 GT akan langsung ke Jakarta hari senin nanti bertemu langsung dengan Menteri. 

“Ini Menteri langsung yang saya telepon, tadi saya yang tanggung jawab dan sekarang sudah dengan pak Menteri. Dia juga mengajak kita ke Jakarta bertemu langsung biar semua jelas. Terkait kelonggaran ini saya tegaskan ada syaratnya, kalian harus buat surat pernyataan tertulis dan dipegang oleh Dir Polairud, Danlanal, KKP, Satker, hanya boleh melaut di perairan Gorontalo. Ketika melanggar itu, maka saya tidak tanggung jawab lagi. Kalian diperbolehkan oleh pak Menteri melaut, tapi bukan berarti tidak mengurus izin lagi, ingat kelonggaran ini hanya sampai Idul Fitri,”tegas Gubernur Gorontalo. 

Sementara itu Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sila Botutihe, sangat mengapresiasi kesigapan Rusli Habibie dalam hal mengambil sikap cepat. Padahal keluhan nelayan ini baru saja diterima kemarin oleh gubernur saat meninjau pusat Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Tenda Gorontalo. 

“Menjadi pertimbangan pak gubernur itu ada dua yaitu lagi musim ikan dan juga bulan ramadhan, kasian kalau mereka tidak bisa mencari nafkah. Dan pak Menteri menunggu kedatangan kita hari Senin nanti, tapi sudah disepakati bahwa bisa beroperasi di perairan Gorontalo dan tidak berada di atas 12 Mil, karena ada aturannya lagi kalau itu. Ke Jakarta nanti akan kami bawa dokumen pengurusan izin enam kapal ini, yang dibuktikan dengan registrasi bahwa betul-betul sedang dalam proses mengurus izin,”ungkap Sila Botutihe. 

Kesepakatan pengoperasian enam kapal diatas 30GT bisa melaut di perairan Gorontalo ini, turut disetujui oleh Direktur Polairud, Dan Lanal, KSOP, Kepala Pengawasan SDKP, Perikanan PPI Tenda, serta pihak terkait lainnya. (***) 

 

Penulis: Zulkifli Polimengo

(Visited 57 times, 1 visits today)

Komentar