Inflasi juga lebih baik dengan 3–5 persen secara year-on-year (yoy) Sementara itu, pada 2013, tren inflasi tahunan masih tinggi hingga lebih dari tujuh persen.
’’Sekarang ini bahkan di bawah tiga (volatilitas nilai tukarnya). Itu menunjukkan situasi yang baik dan stabil. Persepsi terhadap Indonesia juga positif. Tapi, kita tidak boleh cepat puas diri. Sebab, pekerjaan masih banyak,’’ ujar Mirza.
Salah satu yang diwaspadai BI adalah arah kebijakan Presiden AS Donald Trump yang makin proteksionis terhadap kebijakan perdagangan global.
Selain itu, tekanan geopolitik dari hasil pemilu beberapa negara di Eropa serta realisasi keluarnya Inggris dari Uni Eropa (brexit)Â Nilai tukar di level kisaran Rp 13.300 per USD dinilai cukup baik bagi Indonesia.
Risiko tekanan inflasi, terutama dari komponen administered price, juga terus dibarengi usaha menekan harga komoditas pangan Apalagi, saat ini muncul rencana pemerintah untuk menaikkan harga listrik nonsubsidi.
‘’Nilai tukar Indonesia tidak terlalu kuat dan tidak terlalu lemah. Ada tantangan untuk menjaga inflasi tidak lebih dari empat persen. Kami harus atasi inflasi volatile foods, itu perlu kerja bareng pemerintah pusat dan pemda,’’ jelasnya.
Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI Nanang Hendarsah menambahkan, kurs yang stabil disebabkan fundamental ekonomi yang masih cukup kuat.
’’Fiskal dikelola secara prudent dan ini memberikan confidence,’’ ucapnya Dia menilai supply and demand USD masih berjalan dengan baik.
Permintaan valuta asing yang cukup tinggi diimbangi supply yang memadai dari cadangan devisaPer Februari 2017, cadangan devisa tercatat USD 119,9 miliar atau naik dari posisi Januari yang masih USD 116,9 miliar.
Nanang menilai mekanisme pasar berjalan secara alamiah tanpa adanya pengaruh dari sisi regulator ’’Aliran valas dari mereka punya kelebihan.
Eksporter, misalnya, mengalir secara lancar ke importer dan pelaku pasar yang memerlukannya untuk pembayaran utang luar negeri,’’ imbuhnya.
Menurut Nanang, rupiah termasuk mata uang yang cukup stabil di level negara-negara emerging market.
BI selalu hadir di market, terutama ketika volatilitas kurs yang berlebihan menimbulkan ketidakpastian serta tidak sesuai keadaan fundamental.(rin/c18/hg)
