“Ada yang puluhan tahun tidak pulang ke Gorontalo, lalu kami usahakan masuk dalam program mudik gratis. Tahun 2016 ini, ada yang dari Bandung, ketika bertemu mereka saya terharu, karena ada yang sudah puluhan tahun sejak kecil merantau ikut orang tuanya, kini setelah lanjut usia baru bisa pulang. Itu semua kami lakukan, karena kepedulian dan kecintaan kami terhadap wara Gorontalo dimanapun berada untuk tidak memutus silaturahmi,†tuturnya.
Hal senada dikatakan Idris Rahim. Menurutnya, sebagai orang Gorontalo harus terus kompak dan menjunjung tinggi kebersamaan dan saling membantu dimanapun berada.
“Saya sering bertemu orang-orang Gorontalo di tanah perantauan, dan mereka selalu bertukar pikiran dengan saya bagaiman bersama-sama membangun Gorontalo. Inilah orang Gorontalo, jiwanya selalu berada di Gorontalo meski dimanapun berada. Selamat datang di tanah kelahiran, mari kita bahu-membahu melanjutkan pembangunan di Gorontalo,†kata Idris Rahim.
Idris juga menyatakan terima kasihnya kepada para warga Gorontalo dari tanah perantauan, yang hadir di tanah kelahiran bebera hari ini. Kegiatan yang dilakukan dan silaturahmi telah banyak membantu para saudara di Gorontalo yang membutuhkan.
“Ada masukkan pemikiran melanjutkan pembangunan Gorontalo ke depan. Ada kegiatan yang membantu warga di sin, semua berjalan hangat dan penuh kebersamaan. Juga ikut menyemarakkan HUT Provinsi Gorontalo Ke-16 dan mendorong perekonomian rakyat dengan hadir di Gorontalo ini, terima kasih semua,†kata Idris Rahim. (jdm/hargo)
