Oknum Polisi Rampas Kamera Wartawan, IJTI: Ini Melanggar Hak Wartawan Meliput

Headline Metropolis

GORONTALO, Hargo.co.id – Aksi perampasan kamera yang dilakukan oleh salah seorang oknum anggota Polda Gorontalo menuai kecaman. Peristiwa itu dinilai merupakan salah satu perilaku yang melawan konstitusi undang-undang.

Puluhan wartawan yang tergabung dalam Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) pun meminta kepada Kapolda Gorontalo untuk segera menindak tegas kepada oknum anak buahnya itu.

banner 728x485

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, peristiwa ini sendiri terjadi sabtu (27/1) malam. Saat itu, salah seorang wartawan media televisi lokal (Mimoza TV), Sumitro, melintas di simpang empat bundaran Hulonthalo Indah (HI) Kota Gorontalo.

Saat melintas, Sumitro terkejut dengan bunyi tembakan gas air mata yang diduga dilakukan oleh puluhan anggota Polisi yang menurut informasi tengah membubarkan aksi balap liar yang ada di Bundaran Kota Gorontalo.

Melihat kondisi ini, sontak Sumitro mengeluarkan kamera dengan maksud untuk meliput peristiwa itu. Namun, hanya berselang menit, salah seorang anggota kepolisian yang diduga juga ikut bertugas, langsung berupaya merampas kamera video yang digunakan oleh Sumitro mengambil gambar.

Sumitro pun sempat menjelaskan maksud tujuannya untuk meliput seligus menjelaskan status dirinya sebagai wartawan. Namun, penjelasan itu tidak diindahkan oleh oknum anggota polisi, yang hingga saat ini belum diketahui identitasnya itu.

Sumitro pun saat itu tetap mempertahankan kamera miliknya yang coba dirampas oleh oknum anggota kepolisian itu.

Aksi baku tarik pun tak terhindarkan, hingga kemudian Sumitro berhasil mengamankan kameranya dan langsung menyimpannya di dalam tas.

Sementara oknum anggota Polri itu langsung meninggalkan Sumitro. “Saya saat itu padahal sudah menjelaskan bahwa saya adalah wartawan Mimoza TV, tapi tidak diindahkan,” ujar Sumitro saat ditemui Gorontalo Post, kemarin, Ahad (28/1).

Peristiwa ini sendiri mendapat kecaman langsung dari Sejumlah wartawan TV yang ada di Gorontalo. Wahyono Mopangga, misalnya, Menurut Kontributor Net TV Gorontalo, tindakan yang dilakukan oleh oknum anggota Polri itu sangat menyalahi ketentuann UU.

Dimana menurut Wahyono, wartawan dalam menjalankan tugasnya di lapangan, dilindungi dengan UU Pers. “Persoalan ini akan kami laporkan ke Polda Gorontalo dan harus ada tindak lanjut jelas dari Bapak Kapolda,” tegasnya.

Tak hanya itu, Wahyono juga meminta ada sanksi yang jelas kepada oknum anggota yang berupaya merampas kamera milik Jurnalis TV Gorontalo itu agar hal ini tidak lagi terulang. Sementara itu, terpisah, Wakapolres Gorontalo Kota, Kompol Indra Dalimunthe, SIK saat memberikan konfirmasinya terkait persoalan ini memohonkan maaf atas sikap anggotanya itu.

Hanya saja, menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh anggotanya itu karena tidak mengetahui status Sumitro sebagai wartawan.(tr-45/hg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *