Namun, keraguan tersebut sirna seluruhnya. Pada pertandingan kemarin, keduanya tampil sangat kompak. Pada game pertama, Butet yang berdiri di depan net sangat agresif untuk terus membuat pasangan Indonesia unggul nyaman 9-2, lalu berlanjut 10-3 dan terus memimpin 11-4 memasuki interval.
Setelah itu, Owi/Butet masih terus menjaga keunggulan atas lawannya. Mereka bermain dengan sangat nyaman, tenang, fokus, serta ofensif untuk mengambil game pertama dengan skor 21-14.
Kunci kemenangan Owi/Butet pada game pertama adalah rotasi serta perpindahan antara keduanya yang mulus. Owi konsisten memancing lawan dengan smes-smes yang keras dari belakang. Kalau sudah begitu, Butet tinggal menghabisi serangan dengan smes keras di depan net.
Pada game kedua, Owi/Butet mengawali semuanya dengan baik. Mereka terus leading, konsisten memimpin dengan 2–3 poin.
Riocentro-Pavilion 4 semakin riuh dengan teriakan warga Indonesia. Gema suara mereka menenggelamkan suara suporter Malaysia yang sebetulnya tidak kalah banyak.
Setelah interval, Owi/Butet lebih menggila. Mereka terus mengambil game kedua dengan angka mudah 21-12.
Indonesia masih punya satu wakil dari cabor BMX. Namun, sulit mengharapkan Toni Syarifuddin yang berstatus wildcard untuk mencetak prestasi di Rio 2016. (*/c5/ang/hargo)
