Kado Kemerdekaan Owi-Butet, Bulutangkis Raih Emas Perdana di Olimpiade

×

Kado Kemerdekaan Owi-Butet, Bulutangkis Raih Emas Perdana di Olimpiade

Share this article
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mempersembahkan medali emas untuk Indonesia. BEN STANSALL/AFP

Hargo.co.id RIO DE JANEIRO – Indonesia Raya berkumandang di arena Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil mempersembahkan emas.

Di final tadi malam WIB, Owi/Butet, sapaan mereka, menggasak pasangan Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dengan skor telak 21-14, 21-12, di Riocentro-Pavilion 4, Barra da Tijuca.

Emas dari Owi/Butet itu menjadi medali emas perdana ganda campuran dalam sejarah Indonesia di Olimpiade. Raihan itu mengembalikan tradisi Indonesia merebut emas dalam ajang Olimpiade. Sejak 1992, hanya pada 2012 di London Indonesia tidak merebut satu pun gelar juara dalam multievent paling akbar tersebut.

Kesuksesan Owi/Butet menjadi klimaks penampilan hebat mereka. Mereka tampil luar biasa konsisten sepanjang Olimpiade. Selalu menang dengan dua game langsung.

Pada fase grup C, mereka menyapu bersih tiga pertandingan, termasuk menggulung Chan/Goh dengan skor nyaman 21-15 dan 21-11.

Keperkasaan mereka berlanjut pada perempat final dan terutama semifinal. Owi/Butet melaju dengan sangat meyakinkan lewat dua kemenangan relatif nyaman melawan kompatriotnya, Praveen Jordan/Debby Susanto, serta menghajar ganda campuran nomor satu dunia dan peraih emas London 2012 Zhang Nan/Zhao Yunlei.

Owi/Butet sebetulnya tidak datang ke Olimpiade 2016 dengan catatan yang sangat mengesankan. Bahkan, mereka dianggap sudah habis dan diprediksi sulit mendapat medali.

Patokannya adalah performa mereka yang sangat buruk pada dua ajang superseries terakhir sebelum Rio 2016. Bermain di kandang sendiri pada ajang Indonesia Open Superseries Premier, Owi/Butet sudah takluk pada babak kedua Mei lalu.

Sementara itu, pada Australia Open yang berlangsung Juni, mereka sudah gagal pada babak pertama.