“Tadi memang sangat besar peluang untuk dapat emas. Jadi kami di sini juga merasa penasaran, merasakan adrenalin bahwa Yuni sangat berpeluang mendapat emas karena saat latihan bisa mengangkat beban 118kg,” ujar Oktohari -sapaan akrab CdM Indonesia untuk Olimpiade Rio 2016 itu dalam rilis resmi yang diterima JawaPos.com.
“Saya kira ini sangat wajar, kita di Olimpiade, ajang tertinggi, dan semua bisa terjadi. Kita tetap bersyukur, Sri Wahyuni sudah menyumbangkan medali perak pertama,†ucapnya lagi.
Okto pun merasakan betul euforia yang lahir berkat medali perak Yuni pada hari kedua Olimpiade Rio 2016. Apresiasi yang datang diyakini akan membuat atlet lain semaki terpacu untuk berprestasi tak kalah dari Yuni.
“Kita semua berbahagia, kita semua bangga, dan kita semua merasakan euforia yang luar biasa yang juga dirasakan seluruh masyarakat Indonesia. Hhari ini, Sri Wahyuni menyumbangkan medali pertama Indonesia di Olimpiade Rio 2016, medali perak,” bilang Oktohari.
“”Hari kedua ini sangat luar biasa karena kami merasakan euforia yang luar biasa pada saat pembukaan kemarin di mana Indonesia mendapat sambutan yang baik. Kami mendapat sangat banyak apresiasi,” tambah dia.
Tak dimungkiri, sambutan positif dari masyarakat dunia untuk Indonesia pada upacara pembukaan turut melecut motivasi para atlet untuk berprestasi, salah satunya Yuni.
“Ya, itu semakin memotivasi para atlet dan hari ini Sri Wahyuni membuktikan dia berusaha semaksimal untuk memberikan performa terbaik,†pungkas Oktohari. (ira/JPG/hargo)
