Ekonomi

Omzet Pedagang Ilabulo Capai Jutaan Rupiah per Hari

×

Omzet Pedagang Ilabulo Capai Jutaan Rupiah per Hari

Sebarkan artikel ini
Ilabulo
Salah satu pedagang ilabulo di Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Gorontalo, Rabu (5/7/2023). (Foto: Nazlia Busra untuk Hargo)

Hargo.co.id, GORONTALO – Ilabulo, siapa orang asli Gorontalo yang tidak mengenal salah satu makanan khas daerah serambi Madinah itu.

Berita Terkait:  Rayakan Piala Dunia 2026, Tokocrypto Hadirkan Game Interaktif Berhadiah Rp1 Miliar

Makanan yang terbuat dari bahan baku tepung sagu tersebut sangat di gemari masyarakat. Tak heran masyarakat tetap banyak yang membeli meski harganya kini mengalami kenaikan.

Salah satu pedagang ilabulo, Nova Deo mengatakan, naiknya harga ilabulo ini disebabkan harga bahan yang juga melonjak naik.

Berita Terkait:  Bank Raya Hadir sebagai Official Partner P-Land: K-pop Art Market Vol.5, Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Digital

“Harga bahan untuk pembuatan ilabulo sekarang sudah naik, apalagi sagu yang susah dicari. Kalau dapat juga harganya lumayan mahal,” kata Nova.

Ia menuturkan, biasanya harga ilabulo itu dijual dengan harga Rp 3.500. Namun, kini harganya naik menjadi Rp 5.000 per porsi.

Berita Terkait:  BI Rate Meningkat, BRI Finance Terapkan Strategi Pricing Adaptif dan Perkuat Kualitas Pembiayaan

“Kalau ilabulo spesial harganya sekarang Rp 7.000 per porsi. Sebelumnya cuma Rp 5.000” ujarnya.

Meski begitu, ia tetap bisa menjual Ilabulo hingga 500 porsi di hari hari biasa.

Berita Terkait:  Bittime Terdaftar dalam Whitelist Penyelenggara Perdagangan Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto Berizin oleh OJK

“Alhamdulillah, Kalau ramai bisa sampai 700 bungkus dan itu habis dalam satu kali jual,” ujarnya.

Nova mengaku, dari jualannya tersebut ia mampu meraup omzet hingga Rp 2,5 juta perhari.

Berita Terkait:  Robot Quadruped Unitree: Dari Riset AI hingga Operasi Industri Berat

“Kalau untuk pendapatan itu bisa mencapai Rp. 2 juta sampai Rp. 2,5 jutaper hari. Cuman kan itu kita putar lagi,” katanya.

Sementara itu, Tika Hasan, salah satu pembeli mengaku tetap ingin menikmati makanan khas Gorontalo ini.

Berita Terkait:  Update Pemesanan Tiket KA Nataru 2025/2026 di Wilayah Daop 1 Jakarta

Menurutnya, harga yang ditawarkan masih wajar mengingat bahan baku membuat Ilabulo juga naik.

“Saya rasa harganya sesuai dengan rasanya. Walaupun harga naik saya tetap ingin membeli ilabulo ini karena memang seenak itu,” pungkasnya.(*) 

Berita Terkait:  Stasiun Bandung dan Kiaracondong Layani 163 Ribu Pelanggan Datang Selama 16 Hari Liburan Natal dan Tahun Baru, Bukti Bandung Jadi Destinasi Favorit Akhir Tahun

Penulis: Nazlia Busra/Mahasiswa Magang UNG