Masing-masing sekolah mengutus 20 siswa untuk mengikuti pembukaan PLS di SMP Negeri 1 Kota Gorontalo.
Selain para siswa, para orang tua siswa juga ikut terlihat hadir. Mereka sengaja datang untuk mengantar dan mendampingi para siswa pada hari pertama sekolah. Beberapa diantar menggunakan mobil, dan ada pula yang menumpangi sepeda motor maupun bentor.
Tepat pukul 07.00 wita, upacara pembukaan PLS dimulai. Upacara dipimpin langsung Walikota Gorontalo Marthen Taha. Di sela-sela upacara turut dilakukan pembacaan ikrar penyerahan siswa dari orang tua ke sekolah. Ikrar dibacakan Ketua Komite SMP Negeri 1 Kota Gorontalo Moh.Sirham mewakili orang tua. Upacara diakhiri dengan pengumuman siswa peraih nilai tertinggi pada ujian nasional (Unas) beberapa waktu lalu jenjang SD,SMP maupun SMA/SMK.
Sementara itu di samping pembukaan PLS terpusat, Pemkot Gorontalo juga turut mengeluarkan terobosan baru dalam penerapan kegiatan untuk siswa baru tersebut. Yakni SIPATUH yang kepanjangannya Siswa Paham Aturan Hukum. Melalui program ini para siswa diberikan bimbingan dan pembinaan berkaitan hukum dan aturan. Pembinaan hukum itu sendiri disampaikan oleh pihak Kejaksaan.
Adapun tujuan dari penerapan SIPATUH agar para siswa paham dan menaati aturan. Termasuk membentuk karakter para siswa. Walikota Gorontalo Marten Taha mengemukaan, pada tahun ini pola pendidikan di Kota Gorontalo lebih dititikberatkan pada pembentukan karakter Ilmu Pengetahuan Teknologi (Iptek) dan Iman Taqwa (Imtaq). Pola tersebut ditempuh melalui program SIPATUH.
“Program ini dilaksanakan kerjasama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo bersama Kejaksaan Tinggi Gorontalo,†ungkap Marten taha.
Menurut Marten Taha, penerapan program SIPATUH ini dilatarbelakangi kondisi dewasa ini. Banyak di antara kamum terdiri yang terjerat permasalahan hukum. Hal itu dikarenakan kurangnya pemahaman dan pengetahuan tentang hukum.
