Rabu, 1 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pabrik Cap Tikus, Belum Sepekan Sudah Enam Tempat Digrebek Polisi

Oleh Aslan , dalam Gorontalo Headline Metropolis , pada Kamis, 19 April 2018 | 12:00 PM Tag: , , , ,
  

POPAYATO-GORONTALO, Hargo.co.id – Menjamurnya keberadaan tempat pembuatan cap tikus di wilayah barat Pohuwato membuat pihak kepolisian langsung mengambil tindakan cepat. Belum seminggu digrebeknya dua tempat pembuatan cap tikus di Desa Kelapa Lima Kecamatan Popayato Timur, kini polisi kembali menemukan empat pabrik serupa yang tersebar di Kecamatan Wanggarasi dan Popayato Timur.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, untuk wilayah Kecamatan Popayato Timur, pihak kepolisian setempat saat melakukan razia berhasil menemukan tiga tempat pembuatan cap tikus.

Masing-masing milik HI (36) di Desa Milangodaa, WS (54) di Desa Londoun dan SH (57) yang terletak di Desa Kelapa Lima. Dari hasil penggeledahan, polisi menyita sejumlah barang bukti dengan total berupa Pondok Balumbung, 140 Liter Miras jenis cap tikus dan 954 liter nira yang tidak lain merupakan bahan baku pembuatan minuman keras (Miras) tradisional ini.

Sementara di wilayah Kecamatan Wanggarasi, polisi juga berhasil menggrebek satu tempat penyulingan miras juga dengan jenis yang sama yakni cap tikus milik HA (59) tepatnya di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Wanggarasi. Dari hasil razia tersebut dilakukan penyitaan barang bukti berupa 5 liter cap tikus dan 120 liter air nira.

Total sudah enam tempat pembuatan cap tikus yang berhasil dirazia pihak kepolisian jajaran Polres Pohuwato sepekan ini. Dimana informasi sebelumnya juga telah digrebek dua balumbu atau tempat pembuatan cap tikus yang berada di Desa Kelapa Lima, Kecamatan Popayato Timur.

Kapolres Pohuwato, AKBP Dafcoriza SIK saat dikonfirmasi Gorontalo Post mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pemberantasan miras sampai pada akar-akarnya terutama pada tempat-tempat pembuatan miras jenis cap tikus.

“Dimana pada Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (K2YD) ini sasaran utama kita yakni sajam (senjata tajam), judi, premanisme, prostitusi dan juga Miras. Khusus untuk miras ini merupakan sumber dari segala tindakan kriminal sehingga kita pun berupaya semaksimal mungkin untuk memberantas hal tersebut sampai pada akar-akarnya dengan menutup tempat-tempat pembuatannya,” ujar Dafcoriza.

Dia juga menekankan kepada seluruh personil kepolisian Polres Pohuwato untuk lebih tegas lagi dalam memberantas miras di daerah Bumi Panua ini. “Sesuai dengan amanah UU nomor 2 Tahun 2002 serta perintah khusus kapolri, maka upaya pemberantasan miras pabrikan maupun oplosan akan trus dilaksanakan sampai ke akar-akarnya. Bila ada polsek yg patut diduga membiarkan daerahnya menjadi produsen dan atau peredaran miras makan akan dicopot dari jabatannya,” pungkasnya.

Terpisah, Kapolsek Popayato, Ipda M. Taufik Prasetyo,STK mengatakan, berkomitmen untuk memberantas peredaran miras sampai ke akar-akarnya. “Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pemberantasan terhadap penyakit masyarakat, khususnya peredaran miras di daerah hukum Popayato dan Popayato Timur.

Kami pula turut berterima kasih kepada masyarakat yang sudah mau memberikan informasi kepada kami sehingga kami bisa memberantas berbagai macam penyakit masyarakat,” pungkasnya.(mg-01/kif/hg)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar