Pacaran Oke, Hamili Tak Mau Tanggungjawab

×

Pacaran Oke, Hamili Tak Mau Tanggungjawab

Share this article
Ilustrasi Akuloh. (Grafis Atip/Gorontalo Post)

Di suatu malam pertemuan antara keduanya, keperawanan Ngenes pun berhasil direngut Akuloh yang tinggal di Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.

Usai kejadian itu, rupa-rupanya keduanya tak mau berhenti. Kemesraan itu terus berlanjut di hari-hari yang lain. Terhitung sudah 17 kali Ngenes mengaku berhubungan badan dengan Akuloh.

Tapi kini, Ngenes mulai dilanda gundah. Sudah dua bulan ia belum juga datang bulan. Uang sebesar Rp 15 ribu langsung digunakannya untuk membeli tes kehamilan di salah satu apotik. Setelah di tes, ternyata Ngenes positif hamil.

Cepat-cepat ia langsung mencari kekasihnya Akuloh untuk meminta pertanggungjawaban.

“Kaka ngana lia kamari dulu ini tespek, dua garis. Kita hamil,” lapor Ngenes dengan nada cemas.

“Adooh, kase gugur jo nou. Blum siap ti kaka,” jawab Akuloh.

Nyaris saja jantung Ngenes copot. Jawaban pria pujaan hatinya itu ternyata tak sesuai harapan. Bahkan, ia tega menyuruh Ngenes untuk mengugurkan janinnya.

“Kaka uwti, kaweng kamari pa kita,” bujuk Ngenes lagi sambil meneteskan air mata.