Ekonomi

Panen Raya, Harga Buah-buahan di Gorontalo Dibanderol dengan Harga Murah

×

Panen Raya, Harga Buah-buahan di Gorontalo Dibanderol dengan Harga Murah

Sebarkan artikel ini
Panen Raya, Harga Buah-buahan di Gorontalo Dibanderol dengan Harga Murah
Salah satu pedagang buah yang ada di Kota Gorontalo. (Foto: Kharisma Aulia)

Hargo.co.id, GORONTALO – Buah-buahan yang diperjual belikan pedagang disejumlah ruas jalan di Kota Gorontalo kini menjadi buruan warga. Hal itu dikarenakan buah-buahan tersebut, dibanderol dengan harga murah.

Berita Terkait:  Donor Darah Bali: Rayakan HUT ke-13, Swiss-Belhotel Rainforest Kuta Targetkan 30 Kantong Darah untuk Selamatkan Nyawa

Misalnya langsat, perkilogramnya dijual dengan harga Rp 7.500, rambutan Rp 5.000 per kilogram, dan manggis per kilogram dijual Rp 7.500 per kilogram.

Murahnya harga buah-buah ini, menurut para pedangang, karena saat ini tengah memasuki panen raya.

Berita Terkait:  KAI Divre IV Tanjung Karang Perkuat Kesiapan SDM Hadapi Angkutan Nataru 2025/2026

“Harga buah ini kami jual murah karena adanya panen raya. Jadi kami membelinya dari para petani langsung yang menjual dengan harga murah. Kemudian kami jual kembali dengan harga murah,” ungkap Sri Wilit (38), salah satu pedagang buah-buahan yang berjualan di ruas Jalan Brigjen Piola Isa, Selasa (6/2/2024).

Sri mengungkapkan, untuk harga normal dari ketiga buah tersebut berkisar di harga Rp.20.000 perkilogramnya.

Berita Terkait:  Pembahasan Logistik di ALFI CONVEX 2025 Dorong Regulasi Baru dan Cetak Potensi Kesepakatan Bisnis Rp500 Miliar

Untuk diketahui, panen raya berbeda dengan panen biasa. Perbedaannya adalah hasil panen yang jauh lebih besar. Tidak hanya buah-buahan, panen raya juga terjadi di tanaman pangan, seperti padi, jagung, dan pangan lainnya.

Panen raya memiliki dampak positif bagi pemerintah, terlebih untuk masyarakat. Ya, dengan adanya panen raya ketersediaan bahan pokok akan melimpah ruah.(*) 

Berita Terkait:  Januari–November 2025, KAI Group Melayani 456.439.875 Pelanggan, Naik 8,2 Persen

Penulis: Kharisma Aulia/Mahasiswa Magang UNG