Jumat, 28 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pasar Kuliner Boulevard Tempat Dagang, Bukan Tempat Tinggal 

Oleh Admin Hargo , dalam Legislatif , pada Kamis, 6 Januari 2022 | 12:05 PM Tag: ,
  Komisi ll saat menerima aspirasi masyarakat yang berjualan di Pasar Kuliner Boulevard. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Komisi II DPRD Kabupaten Gorontalo menegaskan bahwa Pasar Kuliner Boulevard, Kelurahan Bolihuangga, Kecamatan Limboto hanya termat berdagang. Atau dengan kata lain, pasar yang letak di tepi jalan itu, bukan tempat tinggal. 

Penegasan ini disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Gorontalo, Ali Polapa ketika menerima warga yang menempati lapak di Pasar Kuliner Boulevard, Rabu (05/01/2022). Menurutnya, Pasar Kuliner Boulevard perlu ditata dan dibenahi kembali, karena sudah terlihat jorok dan kumuh. 

“Kami sudah turun langsung meninjau lokasi tersebut dan memang kondisinya sangat kumuh dan tak terawat. Ditambah lagi lokasi tersebut sudah berubah fungsi menjadi tempat tinggal. Padahal itu adalah tempat makan, tetapi herannya pedagang yang menempati lapak tersebut justru juga sudah tinggal di lokasi tersebut, sehingga gedung yang khusus untuk jualan sudah ditambah dengan dapur sehingga terlihat kotor,” jelas Ali Polapa. 

Lanjut kata Ali Polapa, selain Komisi ll yang turun, ada baiknya pemerintah daerah pun turun ke lokasi tersebut dan melihat langsung kondisi tersebut. Sehingga bupati segera menginstruksikan agar lapak tersebut segera diperbaiki lagi dan dimanfaatkan lokasi jualan atau gerobak yang berada di luar. Sementara lapak di dalam masih akan dibenahi. 

“Mulai kemarin lokasi tersebut akan ditata. Sehingga mereka yang sudah membangun dapur dan tinggal di lapak tersebut akan keluar dan akan kembali ke rumah mereka masing-masing, apalagi rumah mereka tak jauh dari lokasi pasar kuliner tersebut, karena memang peruntukannya bukan untuk tempat tinggal tetapi untuk jualan,” tegas politisi PDI Perjuangan ini.  

Aleg tiga periode ini juga menambahkan, selain ditata pedagang yang masih menunggak di lokasi tersebut pun akan ditindak dan pengelola harus tegas, karena ada pedagang yang sudah beberapa bulan menunggak. 

“Diharapkan dengan penataan lebih baik kedepan, pasar kuliner ini akan semakin bagus dan tentunya bisa menarik pada pembeli untuk membeli makanan di lokasi tersebut,” harap Ali Polapa. 

Ia berharap warga yang menempati lapak tersebut bisa mengerti dan untuk sementara dalam pembenahan bisa menjual dagangannya dengan tempat yang sudah disediakan oleh pemerintah daerah. 

“Nanti setelah pasar kuliner tersebut tertata rapi, mereka yang ingin kembali berjualan di dalam bisa menghubungi OPD terkait tetapi dengan catatan hanya untuk berjualan bukan untuk menetap di lapak tersebut,” kuncinya. (***)

 

Penulis: Deice Pomalingo

(Visited 49 times, 1 visits today)

Komentar