Pasar Sentral Makin Parah! Plafon Rusak, Atap Bocor, Jika Hujan Pedagang Terganggu

×

Pasar Sentral Makin Parah! Plafon Rusak, Atap Bocor, Jika Hujan Pedagang Terganggu

Share this article
PASAR Sentral Kota Gorontalo butuh pembenahan. Plafon Pasar sudah rusak, sebagian atap bocor.

GORONTALO, Hargo.co.id – Kota Gorontalo dikenal sebagai daerah sentra jasa dan perdagangan. Itu berarti keberadaan fasilitas pasar yang baik dan representatif sangatlah penting. Sejak dahulu, pasar yang sudah cukup populer di daerah ini yakni Pasar Sentral Kota Gorontalo. Berada di titik pusat ibu kota menjadikan tempat ini sangat strategis untuk aktivitas jual beli masyarakat.

Sayangnya kini, pasar tersebut terkesan kurang mendapat perhatian pemerintah. Kondisinya sudah sangat memperihatinkan.
“Sudah banyak fasilitas yang tak terawat di tempat ini. Sudah rusak. Tapi tidak juga diperhatikan,” kata Suarno Toni, salah satu pemilik warung di kawasan Pasar Sentral ketika diwawancarai awak media, Jumat, (16/2).

Dari Pantauan Gorontalo Post, kemarin, situasi pasar Sentral cukup padat. Arus transaksi jual beli antara pedagang dan pembeli berjalan lancar. Namun situasi yang positif itu tidak diikuti dengan suasana bangunan pasar yang terlihat kumuh. Beberapa titik di antaranya banyak berserakan sampah-sampah. Tidak saja itu, lantai dan dinding pun sudah berlumut.
Sementara di sejumlah titik tercium bau yang menyengat, terutama di lantai II Pasar Sentral. Pemandangan yang tak enak di mata itu baru sebagian dari masalah berkaitan dengan fasilitas pasar Sentral.

Selain itu kerusakan lainnya juga terdapat pada bagian atap pasar. Plafon sudah banyak yang rusak, dan sebagiannya atap bocor.

Menurut Suarno jika hujan lebat muncul mendadak aktivitas jual beli di pasar sentral terganggu dengan air hujan yang menerobos masuk lewat atap yang bocor. Jika terjadi angin kencang sering ada atap yang terbang.

“Pedagang disini mengeluh. Kalau ini terus dibiarkan tentu bisa mempengaruhi kunjungan masyarakat. Kalau hujan atau berada di musim hujan kebanyakan mereka tak mau kemari,” ungkapnya.

Suwarno mengungkapkan pula, sudah sekitar 15 tahun dirinya tinggal dan berjualan di pasar ini, namun baru sekali ia melihat ada upaya pemerintah untuk membenahi pasar sentral. Sekali itu pun kata Suwarno hanya khusus untuk pengecetan dinding. “Pasca direnovasi beberapa tahun silam, kalau perbaikan fisik tidak ada,” jelasnya.

Saat ini, kondisi pasar Sentral Kota Gorontalo membutuhkan perhatian pemerintah daerah. Namun ternyata, pemerintah Kota Gorontalo sendiri belum memiliki agenda khusus untuk membenahi pasar tersebut. Kondisi keterbatasan anggaran daerah menjadikan pasar seperti termarginalkan untuk perbaikannya.

“Rencana perbaikan pasar sentral butuh dana yang tidak sedikit. Untuk sekarang kita belum siap anggaran itu,” ungkap Effendy, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kota Gorontalo. (tr-60)