Pasca Ambruknya Jembatan, Dua Dusun di Desa Buhu Terisolir, Anak-Anak Sulit ke Sekolah

×

Pasca Ambruknya Jembatan, Dua Dusun di Desa Buhu Terisolir, Anak-Anak Sulit ke Sekolah

Share this article
MEMOTONG SUNGAI - Beberapa anak sekolah yang berdomisili di Dusun Tahele dan Dusun Dengilo dibantu oleh orang tua saat melintasi sungai Alo. Pemandangan ini sudah terlihat sejak sebulan ini menyusul robohnya jembatan penghubung terseret arus sungai pada musim penghujan lalu.

“Terpaksa kami lewat sungai karena tidak ada jembatan. Kalau arus naik terpaksa tidak bisa lewat karena bahaya,” ujar Wawan. Dirinya pun berharap agar rusaknya jembatan tersebut bisa segera diperbaiki pemerintah agar bisa memudahkan masyarakat. “Saya harap jembatan ini bisa segera dibikin lagi.

Pemerintah jangan hanya diam saja karena kami disini sangat kesusahan,” tegas pria berkepala pelontos tersebut.

Kepala Desa Buhu, Wirawan Lamawani, membenarkan jika saat ini oprasiaonal penanganan robohnya jembatan tersebut sudah 10 hari ini terhenti. Namun saat pihaknya mencoba mengkoordinasikan hal tersebut kepada BPBD Provinsi, sampai saat ini belum juga ada tanggapannya.

“Kami juga sudah sampaikan kepada pak Gubernur dan penyampaian beliau itu sudah jadi kewenangan Bupati. Sehingga kemarin kita sampaikan ke Pemerintah daerah, jawabannya sementara masih dalam proses. Sementara akses dua dusun masih terisolir,” ujar Wirawan.

Dirinya juga menambahkan jika pihaknya bersama dengan masyarakat sangat berharap pemerintah daerah dan Provinsi bisa segera mengantisipasi hal tersebut karena sampai dengan saat ini warga di kedua dusun Desa Buhu masih terisolir.

“Sementara kami dari pemerintah desa sedang berupaya membuka alternatif jalan tani agar masyarakat bisa menggunakannya, namun kondisinya hanya berupa jalan tani sehingga tidak bisa dilewati kendaraan roda empat,” pungkasnya.(tr-56)